Ruqyah Mandiri Sesuai Sunnah

Hakikat Kesembuhan Ruqyah Syariyyah - 2


 “Al Qur’an adalah obat yang baik bagi jiwa yang baik dan qalbu yang hidup. Ia tidak sekedar menyembuhkan namun juga mengubah keseluruhan hidup manusia”. 

Allah adalah Dzat Yang Maha Tinggi, sementara jalan-jalan menuju puncak itu seluruhnya meninggi dan kadang menyesakkan. Butuh secangkir kesabaran untuk mengenyam dan menelah setiap kerikilnya, butuh proses untuk menggapai rahmat Allah. Dan hanya orang-orang terpilihlah yang akan meraih kemenangan besar, tidak hanya di puncak sana namun di keseluruhan proses dalam menjalaninya.  

Dalam hidup pun demikian, kita tidak bisa begitu saja lari dari kenyataan dan menciptakan sebuah kehidupan baru yang kita impikan. Proses menuju kesembuhan dengan teraphy Al Qur’an tidak sesederhana meramu mie instant, ini tentang sebuah peperangan antara dua ruh. Ruh manusia dan ruh jahat yang mempengaruhinya, dimana jasad adalah medan pertempuran yang menderita dan terjajah. Untuk mengakhiri penjajahan ini, maka jiwa yang terpenjara harus segera dibebaskan agar ruh yang murni itu kembali mengambil alih dan melakukan stabilisasi seluruh wilayah kekuasannya.  

Masalah Jin itu jauh lebih rumit dari yang pernah kita bayangkan, karena tidak semata-mata Jin terkutuk itu masuk kedalam tubuh dan menguasai ubun-ubun dan jasad manusia sesuka hatinya jika tidak ada sebab dan turunnya izin dari Allah yang menciptakan mahluk-Nya sebagai ujian untuk manusia! Kesemuanya bak mata rantai yang saling berkaitan, sebuah rangkaian menakjubkan yang akan membawa pada sebuah keputusan dan perubahan besar jika anda segera mengambilnya! 

Tidak sedikit mantan ahli-ahli maksiat itu saat ini menjadi balatentara Allah yang paling gigih memusuhi iblis dan balatentaranya, praktisi-praktisi ruqyah yang diubah dari pasien itu bahkan paling banyak memenggal leher-leher syaitan biadab laknatullah alaiyh karena merekalah yang tahu persis anarkisme syaitan pada manusia. Namun, tidak sedikit pula pemalas yang hingga saat ini masih betah menjadi pecundang yang ridho jasadnya disarangi syaitan. Ia enggan bangkit dan mendaki menuju puncak kemenangan karena tidak mau berubah atau mengubah strategi, sementara syaitan setiap saat meng-upgrade tipudayanya. Ia malas sementara syaitan bersungguh- sungguh, syaitan mengintainya siang dan malam sementara manusia masih ragu tentang keberadaan syaitan dan anarkismenya. Syaitan terus menyusun kekuatan dan ia terus menjauh dari Allah.. 

Saudaraku yang dirahmati Allah, rahasia kesembuhan melalui teraphy al Qur’an tidak sekedar tehnik dan bacaan, namun ada hakikat agung didalamnya. Karena ada ruh jahat yang tersenyum memperhatikan tingkah unik kita. Ada balatentara yang siap siaga siang dan malam, mengintai dan tidak pernah tidur! Ada api permusuhan yang tidak akan pernah padam. Ada kekuatan yang semakin menguat mengiringi bertumpuknya dosa, riba dan kesyirikan! 
Ayyuhal mukminin, jika kita mau bersungguh-sungguh, maka jiwa yang terpenjara itu akan segera menemui jalan pulang menuju sebuah kebebasan dan kebahagiaan yang sejati, bahkan kekal dunia dan akhirat. Namun, kita tidak akan pernah menang sebelum deklarasi permusuhan dengan iblis dan seluruh balatentaranya dikobarkan dan dijaga dalam jaga dan tidur kita. Kita tidak akan pernah kuat selama kita enggan mendekat Dzat yang Maha kuat. Kekuatan itu tidak akan pernah kokoh Jika masih ada hati yang hasad dan dengki terhadap sesama jundi. Kekuatan itu tidak akan pernah mengakar selam Rasulullah ﷺ   tidak pernah hidup di Qalbu setiap ummat! 

Al Qur'an ini tidak akan dimenangkan Allah selama ia hanya Jadi mantra kesembuhan. Taubatannasuha, pembenahan akdah, pembetulan tauhid dan peleburan jiwa dengan sunnah itu mutlak harus dilakukan dalam proses menggapai rahmat Allah!  

"Puncak kesembuhan adalah saat kita ridho Allah sebagai Robb kita, Islam agama kita dan Muhammad nabi kita. Lalu Allah ridha kepada kita dan disanalah hilang semua kesakitan. Allah mengizinkan pedihnya rasa perpisahan untuk menciptakan rasa lain yang lebih menakjubkan disebuah pertemuan kelak atau sekedar menyempurnakan rasa indahnya kerinduan yang tak pernah ada dalam kebersamaan dulu!" 
Banyak hati yang tidak bersyukur dengan kenabian Rasulullah ﷺ

. Betapa banyak ahwat dan ummahat dinegeri ini yang bertolak belakang dengan statusnya sebagai muslimah bahkan mereka membenci jilbab atau niqab. Betapa banyak ikhwan yang tidak lagi memperhatikan keluarganya "Apakah anak istrinya aman dari api neraja kelak?" betapa banyak manusia yang lupa kepada Al Qur'an, membacanya atau lebih-lebih menyimpannya dihati dan menerapkannya dalam kehidupan. 
Wajah dan hati ummat saat ini sudah berpaling dari sunnah, bahkan mereka gerah dengan sunnah. Lembah- lembah hati umat ini telah kering dari Al Qur'an, lalu bagaimanakah tiba-tiba al Qur'an ini bisa menyembuhkan? 

Tidak wahai hati yang sakit. Al Qur'an ini akan berfungsi sebagai obat yang baik hanya bagi jiwa yang baik dan qalbu yang hidup. Qalbu yang hidup, qalbu yang merindukan surga, qalbu yang merindukan sebuah pertemuan dengan Sang Maha Penyembuh! Al Qur'an ini hanya akan menjadi obat yang baik bagi jiwa yang baik atau jiwa yang ingin menjadi baik. 

Jasad yang sakit adalah rumah dari hati yang sakit, jiwa yang pedih karena sebuah perpisahan panjang.. jiwa itu rindu, rindu ingin bertemu. Jiwa itu terlalu lama menanti, ia rindu pada sebuah masa dimana malam itu hidup dengan doa dan air mata ketakutan. Dua rakaat saja sulit, malam telah gelap gulita dan syaitan menguasai shubuhnya.. sakit itu adalah seruan dari al Mukmin!
Labels: HAKIKAT KESEMBUHAN RUQYAH

Thanks for reading Hakikat Kesembuhan Ruqyah Syariyyah - 2. Please share...!

Back To Top