Ruqyah Mandiri Sesuai Sunnah

Upah Ruqyah

Upah Ruqyah

Upah Ruqyah 

Dari Ibn Abbas ra, Rasulullah saw bersabda; “Sesungguhnya yang paling pantas kalian ambil upahnya adalah Kitabullah” (Sahih Al Bukhari 5737)

Dari Kharijah bin Ash Shalt At Tamimi dari Pamannya bahwa ia datang kepada Rasulullah   ﷺ lalu masuk Islam, kemudian kembali dari sisinya dan melewati sebuah kaum yang pada mereka terdapat orang gila yang diikat dengan sebuah besi. Keluarganya lalu berkata, "Telah sampai kabar kepada kami bahwa sahabat kalian ini datang dengan membawa kebaikan, apakah kalian memiliki sesuatu yang dapat engkau gunakan untuk mengobati? ' Lalu aku menjampinya menggunakan Surat Al Fatihah sehingga orang itu pun sembuh. Kemudian mereka memberiku seratus ekor kambing. Setelah itu aku datang kepada Rasulullah   ﷺ dan mengabarkan hal tersebut, beliau lantas bertanya: "Apakah engkau hanya mengucapkan ini?"


Beliau lalu bersabda:  "Demi Dzat yang memanjangkan umurku, ambillah! Sungguh, orang makan dengan jampi batil sedangkan engkau makan dengan jampi yang benar." 20
Al Qur’an Juga Obat Bagi Jasad

Al Qur’an Juga Obat Bagi Jasad

Al Qur’an Juga Obat Bagi Jasad 

Yazid bin 'Ubaid berkata, "Aku melihat pengaruh pukulan pada betis Salamah, lalu aku katakan, 'Apakah ini? ' Ia menjawab, 'Aku mendapatkan luka ini saat perang Khaibar. ' Kemudian orang-orang berkata, 'Salamah telah terkena musibah'. Kemudian aku dibawa ke hadapkan Rasulullah  ﷺ . Lalu beliau meludah padaku sebanyak tiga kali, kemudian aku tidak mengeluhkannya hingga saat ini." 18 


Dari Anas, bahwa Nabi   ﷺ memberi keringanan dalam ruqyah (jampi-jampi) dari penyakit humah (racun yang di akibatkan oleh sengatan kalajengking) dan penyakit 'ain serta penyakit luka yang keluar dari rusuk." 19
Mencengkram & Membuang Penyakit

Mencengkram & Membuang Penyakit

# Tutorial 18 Mencengkram & Membuang Penyakit

Tehnik ini adalah bagian dari ruqyah aktif sebagai ikhtiar untuk mencabut, menarik atau mengeluarkan jin dan pengaruh sihirnya dalam tubuh kita sendiri dengan menggunakan 5 jari yang telah dibacakan Ayat Ruqyah. 

Tehnik ini dilakukan jika jin itu telah diketahui lokasinya dalam tubuh (cara mengetahuinya adalah dengan merasakan pusat sakit yang konstant disuatu tempat). Biasanya ada dititik tertentu dalam tubuh yang sring kedutan, pegal, kaku atau sakit tanpa sebab; semisal di Paha Kanan, Kepala, Leher, Tenggorokan atau titik lain.  

Caranya: 
1. Lakukan muqodimah ruqyah seperti biasa. 
2. Bacakan surah yasiin ayat 9 dengan niat untuk menguncinya. Bacakan ditelunjuk dan lingkari daerah sakit agar jin itu tidak pindah-pindah ke tempat lain. 
3. Bacakan Surah Al Anfal 17 dan Al Mukminun 115 di ujung jari-jari dan tiupkan, supaya terkondisi kerucutkan lima jari tangan kanan dan dekatkan ke mulut.
4. Cengkram lokasi yang sakit dan cabut sambil baca "Bismillahi Allahuakbar!“, tarik atau ambil sakit itu seolaholah menarik benda sihirnya. 


Selain diatas, kita juga bisa menyiksa jin itu dengan mendekatkan telapak tangan kita, menekan titik sakit dengan jari, menepuk-nepuk, meniup atau mengusapnya sambil membacakan surah Al Hasyr ayat 21 dengan niat menyiksanya.   
Tutorial 17 Membakar Jin Dalam Tubuh

Tutorial 17 Membakar Jin Dalam Tubuh

# Tutorial 17 Membakar Jin Dalam Tubuh 

Melemahkan, menyiksa hingga membakar dan menghanguskan jin dalam bagian tubuh tertentu dimana ia menyakiti.

Tehnis Ruqyah: 

- Lakukan Muqodimah Ruqyah. 
- Bacakan Al Fatihah, 3Qul dan Ayat Kursi dan tiupkan – setiap kali selesai membacanya – ketelapak tangan masing-masing 3 hingga 7 kali. 
- Usapkan ketempat yang sakit sambil membaca ayat kursi dan meniupnya dengan keras dengan niat khusus untuk membakarnya disetiap hembusan. Tiupkan disetiap waqaf ayat Kursi, lakukan 3 sampai 7 kali hingga sakit hilang. 
- Jika tidak diketahui lokasi sakit, maka usapkan keseluruh tubuh sebanyak 3 kali.  
- Tehnik ini juga bisa digunakan ke minyak zaitun; bacakan ayat ruqyah ke minyak zaitun dan tiupkan, do’akan agar menjadi pembakar buat jasad jin dan usapkan ditempat pegal atau sakit. 
Tutorial 15 Memotong, Menyembelih Jin dalam Tubuh

Tutorial 15 Memotong, Menyembelih Jin dalam Tubuh

# Tutorial 15 Memotong, Menyembelih Jin dalam Tubuh

Tehnik ini dilakukan setelah melakukan ruqyah (baik ruqyah mandiri ataupun diruqyah), sebaiknya lakukan setelah melakukan ruqyah mandiri dengan MP3.

Teknis Ruqyah:
- Lakukan muqodimah ruqyah biasa dan ruqyah standart satu putaran. 
- Bacakan Al Falaq dan An Nass dan acungkan jari ketauhidan anda ke langit lalu Syahadat untuk menguhkan kembali sumpah kita terhadap Allah dan Rasulnya dan Bacakan surah Al Anfaal ayat 17.
- Berdo’alah, mohon kepada Allah semisal dengan doa; “Ya Rabb, wahai engkau yang maha gagah. Jadikan jari ini pisau beracun yang sangat panas dan tajam yang akan membunuh jin dzalim dalam tubuhku ini ya Rabb!”. Lalu

sembelihkan ke leher, tunggu hingga terasa sakit seperti ada benda tajam. Lalu sembelihkan! Lilitkan dari leher sebelah kiri ke arah kanan hingga ke belakang anda.
Tutorial 14 Memutus Buhul Sihir

Tutorial 14 Memutus Buhul Sihir

Tutorial 14 Memutus Buhul Sihir  

Buhul adalah ikatan perjanjian sihir yang dinisbatkan kepada benda yang bersifat materi. Dalam buhul (ikatan) inilah jin atau bagian tubuh tertentu diikat secara hakikat untuk mengerjakan misinya dalam jiwa atau tubuh manusia.

Tehnis Ruqyah: 
- Lakukan muqodimah Ruqyah dan ruqyahlah seperti biasa.
 - Bacakan Al Fatihah, 3Qul dan Ayat Kursi dan tiupkan – setiap kali selesai membacanya – ketelapak tangan masing-masing 3 kali.  

- Usapkan ke tempat sakit atau tepuk-tepuk dengan niat memutuskan dan menghancurkan ikatan-ikatannya
Tutorial 11 Teraphy Ruqyah Ain

Tutorial 11 Teraphy Ruqyah Ain

Tutorial 11 Teraphy Ruqyah Ain

Ain merupakan penyakit yang ditimbulkan oleh tatapan mata mahluk Allah (jin atau manusia) yang dengki kepada kita baik effect secara langsung ataupun tidak langsung (dengan kerjasama dengan dukun). 

Diriwayatkan oleh Abu Abdillah At-Tayyahi, dimana dalam sebuah perjalanan ia mengendarai unta yang bagus sekali. Diantara rombongan yang mengiringnya terdapat seorang laki-laki yang hampir setiap saat memandang sesuatu pasti sesuatu itu rusak atau binasa. Saat abu Abdillah pergi ia menatap unta itu dan menatapnya hingga unta itu bergetar dan roboh, dan saat Abu Abdillah diberitahu tentang ini dia mencari laki-laki pembuat ain itu dan berdiri dihadapannya lalu berdo'a; "Dengan nama Allah, yang tertahan akan tertahan, batu-batuan tetap mengering, bintang berekor tetap bersinar, kubalikan 'ain itu kepada pemiliknya dan kepada orang yang paling menyukai 'ain tersebut. Lalu ia membacakan Firman Allah (dalam surah al Mulk ayat 3 dan 4);  

Artinya; "...Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah". Kedua bola mata laki-laki itu keluar dan unta itu berdiri dalam keadaan sehat wal afiat. 

Ciri-Ciri Penderita Ain 
- Pusing yang berpindah-pindah. 
- Wajah pucat atau ada flek hitam pada wajah. 
- Banyak keluar keringat sering kencing. 
- Tidak nafsu makan
- Kesemutan, kepanasan atau kedinginan pada bagian tubuh tertentu.
 - Detak jantung tidak teratur. 
- Rasa sakit yang berpindah-pindah pada bwah punggung dan bahu.  
- Merasa sedih dan tertekan.
- Susah tidur malam hari.
- Emosi berlebihan, paranoid dan marah yang tidak wajar. 
- Sering bersendawa dan sesak di dada.
- Sering menyendiri, tidak bersemangat, malas, banyak tidur, dan masalah-masalah kesehatan lain yang sebabnya bukan karena faktor medis; Nangis tanpa sebab dan tidak berhenti-henti, yang tadinya penurut menjadi pembangkang, rewel dan sulit diatur, malas, bebal dan suka ngantuk. 

Tehnis Ruqyah: 
- Lakukan muqodimah ruqyah lengkap dan lakukan ruqyah seperti biasa.
- Baca surah Al Mulk Ayat 1 sampai ayat 4, dan ulang-ulang ujung ayat 3 dan ayat 4. Niatkan dan mohonkan kepada Allah untuk mengembalikan pengaruh Ain kepada pemiliknya saat itu juga. 


Menjaga Bahaya Ain:  Membangun ritual sunnah, biasakan mengucap “MashaAllah” saat memuji, memelihara hati dari dengki dan marah juga menjaga sikap agar tidak didengki sama orang lain. 
Tutorial 10 Ruqyah Rumah Ruqyah

Tutorial 10 Ruqyah Rumah Ruqyah

Tutorial 10 Ruqyah Rumah 

Ruqyah rumah dilakukan kepada rumah atau tempat singgah kita yang terdapat keanehan didalamnya, semisal suasana yang panas, banyak terjadi penampakan dan gangguan jin bagi penghuninya. Ruqyah ini dilakukan setelah meruqyah penghuni rumahnya, jadi tidak hanya meruqyah rumahnya namun juga isi rumahnya atau setelah penghuni rumahnya kembali berakidah lurus dan bertauhid.  

Tehnik Ruqyah: 
- Lakukan Muqodimah Ruqyah
- Ambil satu galon Air (bisa menggunakan galon atau air sebanyak 20liter) lalu bacakanAl Fatihah, 3Qul, Ayat Kursi, Al A’raf 117-122, Yunus 81-82 dan Thaha 69 dan tiupkan sebanyak 11x.
- Minumkan 2 gelas, cipratkan dirumah 2 Gelas (Campur dengan satu ember Air), Mandikan 2 Gelas (Campurkan di bak mandi atau wadah).
- Lakukan selama 11 hari, jika galon habis maka buat lagi dengan komposisi yang sama. Sebaiknya buat satu galon air husus. 
- Jangan heran jika tiba-tiba terdengar suara jeritan, melihat asap seperti ada sesuatu terbakar, mencium bau hangus, atau melihat mahluk-mahluk yang selalu mengejar-ngejar dialam mimpi (tikus, ular, cicak, semut dll) mati bergelimpangan. Itu salah satu tanda keberhasilan, Allah menunjukan sihirnya.
 - Tutorial dari Syaikh ben Halima ini, sudah dilakukan ratusan atau ribuan orang, dan tidak terhitung yang berhasil.  


Keterangan:  Tutorial ini bisa dilakukan untuk meruqyah tempat, gedung, kantor, tempat usaha dll. Ruqyah ini ditujukan untuk memusnahkan sihir-sihir di rumah. Karakteristik terdapat sihir dirumah adalah rumah terasa panas, sering ribut dan banyak perselisihan.   
Tutorial 8 Tehnik Meracun Jin

Tutorial 8 Tehnik Meracun Jin

Tutorial 8 Tehnik Meracun Jin
Tehnik ini adalah untuk membinasakan jin dalam tubuh meskipun kematian jin adalah sebuah hakikat yang hanya ada dalam pengetahuan Allah. Namun saat ini dilakukan selepas teraphy ruqyah, effectnya sangat menakjubkan jin dalam tubuh manusia terlihat seperti sekarat. Tehnik ini juga bisa dilakukan rutin hingga gangguan dalam tubuh benar-benar tuntas. 

Tehnik meracun Jin ini bisa dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan semisal Habbatussauda, Air Zam-zam, Air Garam, Minyak daun Bidara, Propolis, dan kombinasi beberapa herbal rahasia. Setidaknya Habbatussauda, Propolis dan Minyak daun Bidara. 

Tehnisnya:
1. Lakukan muqodimah ruqyah dan ruqyahlah seperti biasa, baik dibacakan atau dengan mendengarkan MP3. 
2. Selepas ruqyah, siapkan propolis (6 ml), minyak habbatussauda (50%) dan sisanya minyak daun bidara dalam satu botol atau wadah. 
3. Bacakan kepadanya Al Fatihah 7 kali, ayat Kursi, Al Falaq dan An Nass lalu tiupkan dan doakan agar menjadi racun buat jin dalam tubuh.
4. Bacakan Ayat-ayat ruqyah pada pasien hingga jin dalam tubuhnya bereaksi lalu teteskan 3 tetes ramuan tersebut. 

Keterangan:

Jika jin tidak terbunuh, setidaknya ia atau mereka akan melemah. Lakukanlah setiap hari hingga ia betul-betul lemah dan pergi hingga jiwa kita kembali bersih.  
Tutorial Ruqyah Kangker

Tutorial Ruqyah Kangker

Ruqyah Kangker Dalam dunia thibunnabawi atau pengobatan ala nabi, kangker bukanlah sesuatu yang wow. Ia hanyalah penyakit yang juga tunduk pada kekuasan Allah azza wajalla, tidak ada satupun penyakit yang akan tahan ketika dihadapkan dengan al Quran. Semua penyakit itu akan sembuh saat menemui obat yang tepat, termasuk kangker ganas dan akut sekalipun. 

Tutorial berikut, alhamdulillah sudah dibuktikan oleh hamba Allah di Makkah dan Gorontalo yang terkena kangker darah akut. Mereka sembuh bahkan sebelum bertemu dengan penulis, dan memberikan testimoni langsung didepan peserta pelatihan RehabHati.

Tehnis Ruqyah:
1. Siapkan segelas air zam-zam (jika tidak ada gunakan air hujan yang bersih atau air bersih biasa), siapkan juga minyak zaitun, propolis, madu dan habbatussauda. 
2. Campurkan 3 sendok madu kedalam air, dan kumpulkan herbal lainnya secara bersamaan diwadah terpisah. 
3. Bacakan al Fatihah 7 Kali, Ayat-Ayat Syifa (Surat  Al Isro Ayat 82, At Taubah Ayat 14, Yunus Ayat 57, An Nahl Ayat 69, Asy Syu'aro Ayat 80, Fushilat Ayat 44) Al Falaq dan An Nass 
4. Do’akan agar menjadi obat dan penghancur kangkernya dan tiupkan ke air dan herbal tersebut.
5. Minum zamzam dan madunya, begitupun habbat dan propolisnya. Sedangkan zaitun dioleskan didaerah yang terasa sakit atau luka. 
6. Lakukan rutin tiap hari selama 1 bulan. 

Keterangan Tambahan:

Jika ada herbal yang lebih spesifik dan berkaitan untuk penyembuhan kangker, semisal ekstract daun sirsak –maka ruqyahlah dan konsumsilah sesuai aturan-- itu lebih baik.  
Ruqyah Habattusauda

Ruqyah Habattusauda

Ruqyah Habattusauda 

Sebagaimana sabda Rasulullah saw, Habbatussauda ini adalah obat untuk semua jenis penyakit. Secara ilmiah pun sudah terbukti, bahwa selama dalam darah manusia ada kadar habattusauda maka seluruh virus dan bakteri jahat akan diam atau beku. Artinya, secara alami herbal ini sudah mengandung khasiat yang dahsyat apalagi dipadukan dengan do’a dan tehnik pengobatan yang tepat maka saksikanlah hasilnya akan berpuluh-puluh kali lebih dahsyat! 

Sudah terbukti atas izin Allah racikan sederhana herbal dan ruqyah ini menyembuhkan berbagai penyakit seperti; batuk menahun, kangker payudara, tumor, eksim akut, pegal menahun, migrain, struk ringan, maagh menahun, rahim, pendarahan/haid sakit dan tidak teratur, impotensi, sinuitis, flu menahun, sesak nafas, asma, paru basah, sakit bekas operasi menahun, bekas jatuh menahun, menghancurkan buhul, menyiksa jin, meracun jin, meretas kemandulan, dll juga bisa dilakukan untuk testing keberadaan sihir dalam jiwa seseorang.  

Caranya sangat mudah, namun hal ini hanya akan ber-effect jika dilakukan setelah melakukan teraphy ruqyah baik diruqyah langsung atau mendengarkan satu putaran ayat-ayat ruqyah dari MP3 ataupun alat lain.  

Tehnis Ruqyah: 
- Ruqyah Habattusauda dengan membacakan ayat-ayat ruqyah.  Ambil 1 kapsul habattusauda (atau satu botol minyak habbat), buka kapsulnya dekatkan ke bibir dan bacakan masing-masing ayat ruqyah 7 kali: Al fatihah, Al ikhlas & Al muawwizat (3Qul), Al Israa 82, Ayat Kursi, Al A'raaf 117-122, Yunus 81-82, Thaha 69.
 - Baca juga doa Rasulullah saw berikut:  َ َ  أ َّمُهَّللَا ً لًَّاءَفِ ش َكُاؤَفِ ش َّلَِّإَاءَفِ ش َكُ ا ؤ َفِشَّلَِّ إ َاءَفِ ش َ لَّ ْيِ ا ف َّ ا لش َتْنَ أ َ و ِف ْشِا ،ِاسَّ الن َّبَ ر َسْأَلبْ ا ِبِهْذ ما َقَسُرِادَغُ  ي
- Dan do’a Ruqyah Jibril, sbb:  .بسم الله ارقيك من كل شيء يؤذيك من شر كل ذي نفس أو عين حاسد. الله يشفيك. بسم الله ارقيك “Bismillahi arqika, min kulli shay’in yu’dhika, min sharri kulli nafsin aw `ayni hasidi, Allahu yashfika, bismillahi arqika”
- Lalu tiupkan setiap selesai baca, do'akan [Mohon kepada Allah] untuk menyembuhkan penyakit yang diinginkan lalu tuangkan ketelapak tangan dan oleskan di object sakit. 

Cara Pemaikaian: 
- Untuk Migrain, oleskan di dahi. 
- Pegal Menahun, oleskan di tempat pegal. 
- Batuk Menahun, oleskan di tenggorokan. 
- Struk Ringan, oleskan di lokasi struk (secara rutin)
 - Sinuitis/Flu Menahun, oleskan di hidung dan dahi.
 - Maagh Menahun, oleskan di perut atau minumkan setiap pagi dan malam. 
- Rahim, Pendarahan/Sakit Haid dan Tidak Teratur, minumkan setiap pagi dan malam.
- Sesak Nafas, Asma, Paru Basah, oleskan di dada dan minumkan pagi dan malam. 
- Sakit Bekas Operasi Menahun, Bekas Jatuh Menahun, oleskan dipermukaan sakit.
- Menghancurkan Buhul, setelah diketahui oleskan di organ - tubuh/permukaan yang bisa dijangkau (kulit).
 - Menyiksa dan meracun Jin, minumkan atau teteskan di mata dan hidung pasien. 
- Meretas kemandulan, oleskan di daerah rahim dan minumkan secara rutin. 
- Testing Penyakit Sihir atau Medis, oleskan di tangan dan usapkan di wajah (jika perih/panas) maka ada sihir. 
- Tumor, kangker payudara, eksim, gatal akut, oleskan di lokasi benjolan atau sakit pada permukaan tubuh.
 - Impotensi dan semua sihir rabth/ikatan, oleskan secara rutin di object derita. 
- Kedutan dan kesemutan, sakit pinggang maka tuangkan ke telapak tangan dan gosokan lalu balurkan ke tempat sakit. Dan seterusnya

Keterangan:  Reaksi instant terasa panas/terbakar hingga pingsan). Agar reaksi tidak instant (pasien menjaga kesadaran total), atau obat tidak tepat sasaran.  

Jika dioleskan pada tubuh yang ada gangguan sihir dan jin reaksi panas, bergetar hingga mual dan muntah bahkan hingga pingsan. Untuk menyiksa khodam, jin tenaga dalam, kebatinan dan ilmu syaitan lain maka teteskan di matanya kiri dan kanan. Mata akan terasa terbakar dan reaksi sekitar 5 menit lalu segar bugar.  

Menangani kesurupan, bacakan ayat ruqyah lalu balurkan di dahi atau teteskan dimata dan hidung. Alhamdulillah sudah diuji coba dan di demonstrasikan di pelatihan RehabHati Qurani di Rumah Rehab. InsyaAllah hal ini akan menjadi senjata baru bagi umat yang membutuhka pertolongan instant. Jika tidak ada reaksi, tunggu 5 menit.. 


Bisa dilakukan mandiri, sebaiknya lakukan muqodimah ruqyah terlebih dahulu. Jika ingin effect lebih dahsyat campurkan Minyak habbat tadi dengan minyak zaitun, minyak bidara, kurma azwa, madu, air zamzam dan sedikit garam.
Hadits-Hadits Ruqyah Syar’iyyah

Hadits-Hadits Ruqyah Syar’iyyah

Hadits-Hadits Ruqyah Syar’iyyah 

Salah satu belenggu yang sulit ditembus adalah krisis keyakinan, keragu-raguan atau ketidakyakinan akan sebuah metode merupakan salah satu penyebab gagalnya penyembuhan dengan al qur’an ini. Al Qur'an Al Kareem itu lebih agung daripada sekedar kata penyembuhan, apalagi penyembuhan alternatif yang saat ini di tuduhkan kepadanya dengan embel-embel ruqyah syar'iyyah atau cukup ramah dihati muslimin-muslimah dengan kata ruqyah. 

Al Qur'an al Kareem, tidak hanya mengobati atau menyembuhkan penyakit medis atau nonmedis, fisik atau psikis bahkan kedudukannya lebih tinggi dari do'a. Al Qur'an adalah mukzizat yang tidak berfungsi sebagai penyembuh namun juga mengubah kehidupan seseorang, tidak hanya sekedar mengikis pengaruh dan memusnahkan syaitan yang kecil dan hina dihadapan Allah dan manusia itu sendiri. Hal ini berdasasrkan banyaknya hadits yang mengisahkan tentang metode penyembuhan ini. 

Perintah dan Kebolehan Meruqyah:

- Dari Aisyah, bahwa Nabi   ﷺ memerintahkan kepadanya untuk meruqyah dari penyakit 'ain." 4  

- Dari Abu Bakar bin Muhammad bahwa Khalidah binti Anas Ummu bani Hazm As Sa'idi datang menemui Nabi , ﷺ dia meminta pertimbangan kepada beliau untuk diruqyah, maka beliau memerintahkan terapi dengan ruqyah." 5 . 4 [Sunan Ibnu Majah 3503]
Juga dalam Musnad Ahmad 23917 5 [Sunan Ibnu Majah 3505]

- Dari 'Amru bin Hazm dia berkata, "Aku memperlihatkan gigitan ular kepada Rasulullah  ﷺ , maka beliau memerintahkan meruqyah." 6

Dari Fadlalah bin 'Ubaid berkata: Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasalam mengajariku ruqyah dan beliau memerintahkanku untuk memakainya meruqyah kepada siapa saja yang aku kehendaki. Ia berkata, ucapkanlah: 
Rabbunaallaah alladzii fis samaawaati taqaddasa ismuka, amruka fis samaa`i wal ardli, allaahumma kamaa amruka fis samaa`i faj'al rahmataka 'alainaa fil ardli, rabbith thayyibiin ighfir lanaa haubanaa wa dzunuubanaa wa khathaayaanaa na nazzil rahmatan min rahatika wa syifaa`an min syifaa`ika 'ala maa bi fulaan min syakwaa.
Ia akan sembuh dan ucapkanlah sebanyak tiga kali, setelah itu berlindunglah diri dengan (membaca) almu'awwidzatain (an-naas dan al-falaq) sebanyak tiga kali.[Musnad Ahmad 22832] 
Dari 'Auf bin Malik Al Asyja'i dia berkata; "Kami biasa melakukan mantera pada masa jahiliyah. Lalu kami bertanya kepada Rasulullah  ﷺ ; 'Ya Rasulullah! bagaimana pendapat Anda tentang mantera? ' Jawab beliau: 'Peragakanlah manteramu itu di hadapanku. Mantera itu tidak ada salahnya selama tidak mengandung syirik.' 7 

Dari 'Auf bin Malik ia berkata, "Pada masa jahiliyah aku pernah melakukan penjampian, lalu aku berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda mengenai hal tersebut?" Beliau menjawab:   "Perlihatkan jampi kalian kepadaku! Tidak mengapa dengan jampi selama bukan perbuatan syirik." 8 

Dari Anas ia berkata: "Sesungguhnya Rasulullah   ﷺ membolehkan ruqyah karena terkena racun, 'Ain (sejenis gangguan hasad dari jin dan manusia) dan luka." 9 

Dari Anas ia berkata; "Rasulullah   ﷺ memberikan keringanan untuk membolehkan ruqyah untuk menyembuhkan penyakit yang ditimbulkan oleh 'Ain (sorotan mata), demam dan cacar." 10

Dari Syifa' binti Abdullah dia berkata, "Nabi   ﷺ menemui kami saat aku berada di samping Hafshah, beliau bersabda kepadaku: 

"Tidakkah kamu mengajarkan ruqyah untuk luka ini sebagaimana kamu mengajarinya 
menulis." 11

Ruqyah Tidak Menolak Takdir


Sufyan bin ‘Uyainah berkata dalam riwayatnya, saya telah bertanya kepada Rasulullah ﷺ, bagaimana menurut anda tentang obat yang kami gunakan untuk mengobati penyakit, ruqyah yang kami praktekkan, dan penjagaan yang kami buat, apakah bisa menolak dari takdir Allah? Kemudian Rasulullah  ﷺ bersabda:  
"Itu semua termasuk takdir Allah Tabaaroka wa Ta'ala." 12

Rasulullah Meruqyah Sahabat  

Dari Abu Hurairah dia berkata, "Nabi   ﷺ datang menjengukku, beliau lalu bersabda kepadaku: "Apakah kamu mau aku ruqyah dengan ruqyah yang telah di ajarkan Jibril kepadaku?" aku lalu menjawab, "Demi ayah dan Ibuku, tentu ya Rasulullah." Beliau lantas membaca:  
'Bismillahi urqiika wallahu yasyfiika min kulli da`in yu`dziika wa min syarrinnaffatsati fil 'uqadi wa min syarri haasidin idza hasad (Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dan Allah-lah yang menyembuhkanmu dari setiap penyakit yang menimpamu, dari setiap kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhulbuhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki).'  Beliau mengucapkannya hingga tiga kali." 13 

Dan Abdurrahman menyebutkan dengan lafadz, َ"Min Kulli Da`in Fiika” (dari setiap penyakit yang ada padamu). 14 

Juga riwayat dari Ustman Bin Abi Ash ra15, yang pernah lupa rakaat shalat ketika beliau diangkat menjadi wali kota thaif. Beliau menghadap Rasulullah ﷺ, dan duduk bersimpuh dihadapannya dan menceritakan keluhannya.Rasulullah bersabda; “Itu adalah syaitan, dekatkanlah ia padaku”, maka beliau mendekatkan dirinya pada Rasulullah  ﷺ dan  memukul dada beliau dengan tangannya lalu meniup pada mulutnya sebanyak tiga kali sambil berkata “Keluarlah wahai engkau musuh Allah”, setelah itu Rasulullah  ﷺ menyuruhnya untuk aktifitas seperti biasa, dan beliau tidak pernah lupa rakaat shalat lagi.  

Rasulullah Meruqyah Cucunya 
Dari Ibnu Abbas ia berkata; Dahulu Rasulullah   ﷺ sering mendo'akan Hasan dan husain dengan mengucapkan
 "U'iidzukumaa bikalimaatillaahitaammah min kulli syaithaanin wa hammah, wa min kulli 'ainin laammah (Aku melindungi kalian dengan kalimat Allah -Al quran atau asma' dan sifat-Nya- yang sempurna dari setiap syetan dan binatang berbisa serta 'Ain yang dengki)."  
Beliau juga bersabda: "Demikianlah dahulu Ibrahim melindungi Ishaq dan Isma'il 'Alaihimus salaam." [Kutipan Sunan Tirmidzi 1986] 

Rasulullah Meruqyah Anak-Anak 

Riwayat pertama, dari Yalla bin Murah ra, saat melakukan safar bersama Rasulullah  ﷺ beliau melihat seorang ibu yang sedang duduk bersama anak bayinya. Perempuan itu memohon kepada rasul untuk mengobati penyakit anaknya yang sering kumat, dan Rasul bersabda; “Berikanlah anak itu kepadaku”, kemudian perempuan itu meletakan anak itu dan Rasulullah  ﷺ membuka mulut anak itu dan membuka mulut anak itu, lalu meniup kedalamnya sebanyak tiga kali dan mengucapkan “Bismillah, aku adalah hamba Allah, enyahlah engkau wahai musuh Allah!”   

Kemudian Rasulullah  ﷺ menyerahkan kembali bayi itu kepada ibunya sambil berkata; “Temuilah kami disini ketika kami kembali nanti dan beritahukan apa yang terjadi dengan anak ini”. Sekembalinya dari perjalanan, si ibu tadi berada disana dengan tiga ekor kambing dan memberitahukan bahwa tidak ada gangguan lagi dan Rasul  ﷺ mengambil 1 ekor kambing tersebut. 16  

Riwayat ke dua, dari Imam Ahmad, dari Yalla Bin Murah dari ayahnya, tentang seorang perempuan yang datang kehadapan Rasulullah  ﷺ membawa bayinya yang kesurupan, dan nabi Muhammad bersabda; “Keluarlah wahai musuh Allah! Aku adalah utusan Allah!” maka bayi itu sembuh seketika. Dan ibu tadi memberikan 2 ekor domba, keju dan minyak samin dan Rasulullah hanya mengambil keju dan minyak samin serta 1 domba.   

Riwayat ke ketiga, dari Jabir bin Abdullah17, ia mengisahkan peristiwa pada Perang Dzatur Riqa’ tentang seroang perempuan yang membawa anaknya yang kesurupan kehadapan Rasulullah ﷺ. Dan Rasul menyuruh sang ibu untuk membuka mulutnya lalu diludahi oleh Rasulullah  ﷺ sambil bersabda; “Enyahlah engkau wahai musuh Allah! Aku adalah utusan Allah!” sebanyak tiga kali. Setelah itu Rasulullah  ﷺ bersabda, “Anakmu sudah baik, tidak ada lagi yang akan mengganggunya”.   

                                                          4 [Sunan Ibnu Majah 3503] Juga dalam Musnad Ahmad 23917
5 [Sunan Ibnu Majah 3505]
6 [Sunan Ibnu Majah 3510] Dhoiful Isnad
7 [Shahih Muslim 4079]
8 [Sunan Abu Daud 3388]
9 [Sunan Tirmidzi 1981] Juga Sunan Tirmidzi 1982 dari Annas bin Malik.
10 [Musnad Ahmad 11729]
11 [Musnad Ahmad 25847]
12 [Musnad Ahmad 14925] Juga dalam Sunan Tirmidzi 2074 & 1991, Sunan Ibnu Majah 3428.
13 [Sunan Ibnu Majah 3515]
14 [Musnad Ahmad 9381]
15 Hadits ini diriwayatkan oleh Ibn Majah (2/1175)
17 Majma’uz Zawa’id (9/9)
 18 [Sunan Abu Daud 3396]

 19 [Sunan Ibnu Majah 3507] 
DALIL RUQYAH SYARIYYAH

DALIL RUQYAH SYARIYYAH

DALIL RUQYAH SYARIYYAH 

Dalam bahasa Arab, Ruqyah berarti mantra, Ruqyah Syar’iyyah adalah mantra yang disyariatkan (mantra dari al Qur’an, doa Rasulullah atau doa kita sendiri) yang sesuai dengan tatacara yang telah Rasulullah  ﷺ ajarkan. Jadi tidak heran jika ada hadits yang mengatakan bahwa meminta ruqyah itu tidak boleh, atau bahkan syirik karena ruqyah dimaksud adalah Ruqyah Syirkiyyah atau ruqyah yang mengandung kesyirikan didalamnya. Adalah hal yang mustahil perkataan Rasulullah   ﷺ bertabrakan dengan perkataanya yang lain apalagi dengan al Qur’an yang sudah jelas kebenarannya.
 
Allah subhannahu wa ta’ala berfirman: 
Katakanlah, bagi segenap orang-orang yang beriman Al-Qur’an menjadi petunjuk dan juga obat.” (QS.Fushshilat:44). 

Ayat ini hanya ditunjukan kepada orang-orang yang beriman. Allah memberitakan langsung dengan firman-Nya bahwa Al Qur’an yang selama ini kita baca adalah obat, hanya saja selama ini kita belum meniatkannya untuk pengobatan. Dalam ayat yang lain, Allah menyampaikan kabar gembira lain melengkapi informasi sebelumnya bahwa seluruh Al Qur’an ini obat.  

Kami turunkan dari Al-Qur’an ini, yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang mukmin.”(Al Israa’:82) 

Keseluruhan Al Qur’an ini adalah obat, tidak parsial, semuanya adalah obat. Selanjutnya Allah memberitakan dengan jelas bahwasannya target pengobatan al Qur’an ini adalah qalbu manusia. 

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakitpenyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Yunus 57) 

Rasulullah  ﷺ kemudian menambahkan keterangan yang terang benderang, bahwasanya apa yang ada didalam dada kita itu ada Qalbu (jantung) sebagai pengatur utama kumpulan energy biolistrik dalam tubuh yang mempengaruhi kesehatan ruhani dan jasmani manusia. 

Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah qalbu.”1.  

Tidak diragukan lagi, bahwa Al Qur’an ini bisa menyembuhkan apapun jenis penyakitnya, tidak peduli medis atau non medis, tidak peduli jin, sihir, ain juga penyakit yang murni sebagai “penyakit fisik” sekalipun.  

Rasulullah  ﷺ telah menanamkan harapan yang pasti bagi semua hamba Allah yang beriman, kabar yang sahih dari yang kekasih. Adalah Abu Hurairah radliallahu 'anhu yang mengabarkan dari Nabi ﷺ, bahwasanyya beliau bersabda: 

"Allah tidak akan menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya juga."2
Juga dari Jabir dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: 
"Setiap penyakit ada obatnya. Apabila obatnya tepat, maka sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah 'azza wajalla." 3     
                  
1 HR. Al-Bukhari dan Muslim
2 Shahih Bukhari 5246
3 Shahih Muslim 4084

Kesembuhan dengan Al Qur’an ini garansi, jika caranya tepat dan Allah berkehendak. Yang harus kita lakukan adalah memutar haluan untuk kembali menuju Allah dan menyesuaikan diri dengan kehendak-Nya. Kuatkan tekad, gigit dengan gigi gerham untuk menjadikan musuh Allah itu musuh! Perangi mereka! Siksa dan binasakan mereka, usir sejauh-jauhnya dari qalbu kita! demi Allah sebenarnya mereka gentar, mereka takut terkecuali jika semangat anda melemah, jauh dari yang maha kuat dan ia menjadi kuat. 

Jangan jadikan sikutu busuk itu sahabat yang menjadikan tubuh anda sebagai rumah. Racun mereka dengan Air ruqyah, persempit setiap ruang udara tempat mereka beterbangan itu dengan dzikir..buat mereka putus asa dengan ikhlas. Arahkan semua ritual ibadah anda untuk menggempur mereka, niatkan setiap bacaan quran anda untuk mengepung dan menghancurkan rumah-rumah mereka di setiap sel tubuh kita. Lakukanlah dirumah, ditempat sujud anda! Ditempat sihir itu menghinakan anda dan hinakan mereka dengan kesungguhan dan keistiqamahan. Jadikan setiap duri-durinya sebagai jalanan jihad menuju cahaya yang terang. Minta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat.Dan nantikanlah pertolongan-Nya datang. 

Ingat! Rintangan terbesar adalah kemalasan dan keraguan untuk membuktikannya, kemalasan dan rasa was-was itu dihembuskan si laknatullah alaiyh. Ingat, syaitan-syaitan itu banyak berhasil membisiki para hamba Allah yang sedang disakitinya untuk tidak melakukan perlawanan apalagi melakukan tehnik Ruqyah Mandiri yang sebentar lagi akan anda kuasai ini. Oleh karena itu, kuatkan tekad, kukuhkan keyakinan dan buktikanlah. Jangan biarkan diri dan keluarga anda terus menerus dibelenggu sihir, jangan biarkan anak istri anda diperkosa akidahnya oleh mahluk-mahluk terlaknat itu.  

Semoga Allah memudahkan dan memberi kesembuhan dalam rangka memperbaiki kualitas ibadah kita tanpa belenggu sihir dari syaitan dan tukang sihir yang hina dan lemah.
Faktor Kegagalan Ruqyah Pasien dan Peruqyah

Faktor Kegagalan Ruqyah Pasien dan Peruqyah

Faktor Kegagalan Ruqyah

Banyak hamba Allah yang sudah bertahun memilih pengobatan dengan ruqyah namun belum menemui kesembuhan yang ia harapkan, hampir saja mereka bosen dengan peruqyahnya yang setiap hari ia temui begitupun peruqyahnya yang juga mulai bosan melihat wajahnya. 

Sungguh bukan penyakit yang tidak ada obatnya atau syaitan yang terlalu kuat, karena semua penyakit ada obatnya dan tidak ada syaitan yang kuat. Hanya saja ada hakikat yang belum bertemu dalam diri pasien, juga mungkin dalam praktisi ruqyah yang menanganinya. Ada lebih dari 20 hal yang menyebabkan ruqyah itu gagal mencapai kesembuhan, meskipun pada intinya tidak ada ruqyah yang gagal namun Allah itu maha tinggi dan butuh proses yang harus dijalani untuk menggapai rahmat-Nya. Kegagalan ini disebabkan oleh hal yang terjadi dalam diri pasien atau peruqyah itu sendiri.

KESALAHAN-KESALAHAN PASIEN

1. Pasien tidak mau diruqyah.
Ketika qalbu pasien masih ragu atau menolak, maka disana ada krisis keyakinan yang menjadi prisai kuat yang menghijab do’anya untuk sampai ke langit. Ada sesuatu yang menghalangi sampainya getaran ayat-ayat itu kepada qalbunya. Kondisi ini terjadi jika ia diruqyah karena terpaksa atau dipaksa, baik oleh kondisi atau oleh seseorang.

2. Pasien Belum Siap
Pasien hanya ingin diruqyah" bukan ingin sembuh. Ini merupakan kesalahan pemahaman, mereka mengira bahwa ruqyah itu seperti obat yang menjadi sebab utama kesembuhan. Dengan demikian, pasien hanya mengambil perhatian saat peruqyah meruqyahnya atau menunggu waktu ruqyahnya dan tidak mendengarkan isi tausiyyah raqi (peruqyah)-nya 

Hal ini terjadi karena jiwa pasien belum siap, ia belum faham hakikat kesembuhan tentang siapa yang menyembuhkan dan bagaimana mekanismenya, akhirnya pasien bersafari mencari "peruqyah hebat". Padahal obat terhebat ada didalam dadanya 
Pasien mengharapkan kesembuhan jasadi saja tanpa melihat qalbu/ruhani yang menjadi sumber sakitnya jasad/jasmani. Jadi saat diteraphy itu sakit, ia akan fokus kepada sakit yang ditimbulkan syaitan bukan fokus kepada bacaan yang dibacakan untuk teraphy qalbunya. 

Kondisi lain adalah, pasien sudah ingin sembuh tapi belum mau berubah. Padahal Allah tidak hanya ingin menyembuhkan hamba-Nya, namun ingin mengubah kehidupan hambaNya. Akhirnya hamba Allah itu hanya mencari kesembuhan dan melakukan perubahan apapun, ia mencari kesembuhan tanpa mencari ridha Allah yang menjadi inti atau sebab kesembuhan utamanya. 

2. Pasien masih betah dalam kesyirikan. 
Kadang pasien tidak tahu bahwa syirik itu ada tingkatan dan jenisnya, mereka hanya tahu syirkul akbar (syirik besar dan nyata semisal melakukan ritual dan berlindung kepada syaitan dengan kekayaan, kesaktian dll) tanpa tahu syirik lain semisal syirku khofin (syirik ketakutan), syirkul mahabbah (syirik kecintaan), syirkut ta'ah (syirik ketaatan), sampai kepada syirku shagiran (syirik halus/ria) yang membahayakan. 

Ini jelas bahaya, ketika misalnya saja ia masih berambisi atau cinta kepada dunia maka ia sudah masuk kedalam lingkup syirkul mahabbah hingga diajak sedekah saja pelit. 

3. Tidak Komitment dengan Jemaah, Al Qur’an dan Sunnah.
Pasien tidak istiqamah dalam menapaki jalan sunnah, atau ia masih tertarik dengan gemerlap dunia. Bahkan ia masih bergantung kepada dokter atau selain daripada Qur'an dan Sunnah. 

4. Mengeluh dan Berputus Asa dari rahmat Allah azza wa jalla.
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, bahwa “Putus asa itu lebih jelek daripada kematian! Jika kematian hanya memisahkan jasad dengan ruh, maka putus asa memisahkan antara ruh kita dengan Allah azza wa jalla”. 
Allah SWT berfirman:"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(Yusuf: 87).

5. Pasien tidak mau memperbaiki kondisi hatinya. 
Pasien masih enggan bersilaturahim yang menjadi penyebab terbesar timbulnya kedengkian. Apalagi perbuatan durhaka kepada kedua orang tua dan saudara sendiri. Bahkan Allah mensifati orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai orang yang jabbaar syaqiy 'orang yang sombong lagi celaka'. 

Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka". (Maryam: 32).

6. Tidak mau bertaubat dan merasa aman dari dosa.
Taubat adalah menyesal, namun seorang manusia tidak akan pernah bertaubat sehingga ia mengerti kesalahannya sendiri. Dengan merasa aman dari ancaman Allah, secara tidak langsung kita meremehkan Allah Subhannahu wa Ta’ala, dan selanjutnya kita akan enggan bertaubat dan terus menumpuk dosa. Padahal dengan menjalani kehidupan, hakikatnya kita sedang berjalan menuju kematian. Naudzubillah.. 

7. Tidak Kenal Musuh Sendiri. 
Karena awam, pasien tidak tahu persis siapa musuhnya sendiri. Ia tidak tahu tipu daya iblis dan sejauh mana anarkisme syaitan kepada anak Adam alaiyhi salam.

8. Masih nyaman bersahabat dengan syaitan. 
Termasuk dalam hal ini, manusia masih nyaman jadi pecundang syaitan tanpa keinginan bangkit untuk menyerang dan memusuhinya.

9. Tidak kenal dengan Ruqyah Mandiri. 
Ini salah satu kesalahan terbesar pasien ruqyah menahun yang tidak kunjung bebas dari sihir, ia menggantungkan dirinya kepada peruqyah lain. Selain merupakan kesyirikan gaya baru, pasien menunjukan kelemahan dan kemalasannya untuk melawan dan menghancurkan pengaruh syaitan dalam dirinya. 

Ruqyah Mandiri bisa dilakukan dan ditargetkan untuk menyembuhkan diri sendiri, tentang hal ini saya sudah menulis "Tutorial Ruqyah Syar'iyyah dan 50 Tehnik Self Healing" bisa diakses/dibaca atau di download dan dicetak di www.rehabhati.com 
10. Tidak Memiliki Benteng Ghaib. (Tentang in akan dibahas di tutorial ruqyah mandiri halaman)


Selain sederetan kesalahan pasien, berikut ini saya garis bawahi 10 kesalahan praktisi ruqyah syariyyah yang harus diperhatikan: 

10 KESALAHAN PRAKTISI

1. Salah Kondisi.
Praktisi tidak memperhatikan kondisi kejiwaan dan qalbu pasien untuk diteraphy. Semisal pasien belum taubatannasuha yang menyebabkan pengaruh syaitannya masih terlalu kuat. Ingat, "Alqur'an adalah obat yang baik, namun hanya berlaku bagi jiwa yang baik dan qalbu yang hidup". 

2. Salah Fokus. 
Praktisi tidak memperhatikan kebutuhan pasien berupa kesembuhan dengan sebab ruqyah syar'iyyah yang dinisbatkan kepadanya namun fokus pada hal lain yang menyebabkan terjadinya fitnah iblis yang lain berupa syahwat dunia yang menipu. Semisal money oriented atau ahwat oriented.

3. Salah Niat.
Praktisi tidak memperhatikan kesuksesan teraphy pada pasien, sehingga yang terjadi adalah menjadikan rumahnya menjadi klinik "Rumah Sakit Jin", dimana korban jin datang lalu di hantam dengan dentaman ayat-ayat al Qur'an pengusir syaitan. Syaitan pergi lalu bayar! Besok syaitan balik lagi, pasien datang lagi. Dan... Bayar lagi. 

4. Menyalahi Sunnah. 
Praktisi ruqyah syar'iyyah yang dengki kepada sunnah adalah cikal bakal fitnah terhadap ruqyah dan al Qur'an itu sendiri. Ia tidak menjadikan sunnah sebagai kekuatan.. Padahal sunnah adalah panglima kekuatan dari balatentara Allah!

5. Salah Akidah.
Praktisi yang lemah akidahnya, hidupnya masih bergantung kepada selain Allah, maka ia tidak memiliki kekuatan apa-apa kecuali kekuatan dari kebutuhan yang mengikatnya. Ia akan mudah ditakuti syaitan!

Misinya duit, bukan effektifitas dakwah tauhid atau mengangkat masyarakat dari lembah kesyirikan. Sehingga saat ruqyah syariyyah ini naik daun, maka hatinya diliputi kekhawatiraan seandainya kliniknya bangkrut. Hatinya yang sakit semakin sakit dan hampir-hampir saja turun kejalanan dan berkata klinik saya paling syar'ie yang lain sihir...

6. Salah Posisi!
Praktisi menempatkan dirinya sebagai dokter, sehingga menyelisihi Rasulullah ﷺ yang telah bersabda; "Anta rafiq, wallahu tabib"; "Kamu itu teman" kata Rasulullah, dan "Allah-lah tabib" atau sang penyembuh. 

Praktisi menempatkan dirinya sebagai "Penyembuh", sehingga ketika pasien tidak sembuh ia malu atau bahkan frustasi. Dan semua pintu kesembuhan benar-benar tertutup yang akhirnya pasien dia lari tidak tentu arah dan menebar fitnah. 

Praktisi ruqyah selayaknya menempatkan diri sebagai "Teman Pengobatan" atau "Rafiq ath-Thib" bagi pasien, yang menemani pasien menemui kesembuhan yang haqiqi yaitu kesembuhan dari Allah azza wa jalla, kesembuhan dunia dan akhiratnya.

7. Salah tempat. 
Pengkondisian tempat untuk teraphy adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sebab-sebab kesembuhan. Tempat yang panas, tidak segar dan bising tidak baik untuk teraphy. Apalagi jika di tempat tersebut masih ada maksiat dan kesyirikan yang bebas gentayangan. 

8. Salah Diagnosa!
Salah diagnosa akan mengakibatkan salah obat atau salah teraphy. Diagnosa, konseling dan tausiyyah harus melebihi porsi ruqyah itu sendiri. Hingga betul-betul diketemukan solusi yang terbaik atau teraphy yang tepat. 

9. Salah Target!
Praktisi hanya menargetkan kesembuhan pada jasad, dan lupa melakukan pengobatan qalbu/ruhani yang menjadi penyebab sakitnya jasad. Kesalahan lain praktisi menargetkan teraphy pada penyakit, dan lupa mencari sebab sumber penyakit tersebut. 

10. Salah Teknis!
Praktisi tidak mau mengembangkan teknis pengobatannya, ia hanya berpaku pada satu teknis tanpa mau belajar tehnik At Thib An Nabawi lain. Kadang hanya berpaku pada satu guru atau satu referensi tanpa ingin memperluas ilmu pengetahuan baik di dunia digital atau dunia nyata (pengalaman, pendidikan dll)  
Reaksi Al Qur’an Terhadap Jasad

Reaksi Al Qur’an Terhadap Jasad

Reaksi Al Qur’an Terhadap Jasad

Ada macam-macam reaksi saat al qur’an dibacakan kepada manusia. Semua reaksi diatas terjadi karena reaksi psikis yang mempengaruhi fisik (psikomatis) ataupun tipu daya syaitan. Saat al qur’an ini menembus qalbu seseorang, dalam artian sudah tidak ada lagi penghalang, maka yang akan terjadi adalah : 

1. Bergetar, menangis, panas-dingin, marah, gelisah hingga teriak.
2. Kedip-kedip, kedutan, kesemutan, pegel, sendawa, ngantuk.
3. Sakit yang berpindah-pindah atau seperti ada mahluk yang berlarian dalam darah.
4. Pingsan atau hilang keseimbangan setelah merasakan sesuatu yang lepas.
5. Muntah darah (hancurnya rumah syaitan dalam darah), muntah gumpalan mahluk, muntah benda sihir dll.
6. Gatal-gatal, sakit disalah satu tempat, Sesak nafas, batuk, mual, buang angin.
7. Tidak ada reaksi sama sekali, atau reaksinya hanya pada ruhani yang menenang.


"Syaitan membuat sakit disalah satu organ, kadang membuat teriakan dengan tujuan agar pasien berubah fokus kepada sakit atau teriakan tersebut atau mungkin mengalahkan perhatian peruqyah”.
Reaksi Ilmiah Saat Teraphy Al Qur'an

Reaksi Ilmiah Saat Teraphy Al Qur'an

Reaksi Ilmiah Saat Teraphy Al Qur'an

Secara Ilmiah, saat fikiran kita bergejolak maka asam lambung akan naik dan timbulah masalah lambung. Saat dibacakan al Qur'an dengan niat teraphy maka syaitan yang bekerja di jantung spiritual panik lari kesana-kemari, hal ini membuat berpengaruh kepada jantung biologis.

Jantung Biologis berdegup kencang, perasaan bercampur baur antara takut dan gelisah dan perasaan tidak nyaman lainnya. Reaksi selanjutnya kita tahu bahwa perasaan mempengaruhi pemikiran, sementara pemikiran itu terjadi di otak atau ubun-ubun. Ketika itu fikiran bergejolak dan???

Fikiran bergejolak dan asam lambung naik tiba-tiba, maka terjadi mual hebat dan muntah seketika. Secara Ilmiah hal ini disebut detoksifikasi, atau proses pengeluaran racun. Dan setelah muntah terasa segar dan Enteng. Subhanallah..manusia yang berakal akan bertakbir menyaksikan hal ini. Bagaimana sebuah freqwensi tertentu berefect instant kepada jasad? Ini salah satu kedahsyatan al Qur'an!

Kenapa Bisa Kesurupan?

Kenapa Bisa Kesurupan?

Kenapa Kesurupan?

Sebagaimana kita ketahui, reaksi puncak dari kesurupan adalah terjadinya disfungsi organ tubuh yang membabi buta. Seperti gerakan memukul tak tentu arah, kedutan, getaran, hingga gerakan tertentu yang sistematis semisal teriakan memaki, membentuk tangisan atau menyerang pemicu suara tertentu.

Ini menarik, teori psikology tidak mungkin bisa menjelaskan secara sempurna bagaimana hal ini bisa terjadi. Psikology, jikapun bisa mengilmiahkan namun tidak bisa memberi solusi dengan sempurna atau mencabut hingga ke akar penyakit. Karena akarnya bersifat ghaib atau berupa spirit yang tidak pernah dibahas di dunia barat. Paling banter mereka menyebutnya emotional atau emosi yang dalam al Qur'an disebut nafsu. Sedangkan alhamdulillah, kita dalam Islam telah bisa memisahkan tentang perbedaan an Nafs, jiwa, ruh, qalbu, nurani dan banyak hal lain yang menjadi pemicu disfungsi organ tubuh manusia.

Baiklah, bagaimana terjadinya proses kesurupan?

Allah azza wa jalla berfirman; "Dia (Allah) menciptakan jin dari nyala api" (ar Rahman 15). Dalam tafsirnya Abdullah bin Abbas ra mengadakan bahwa maksud api didalam ayat tersebut adalah jilatan api. Sedangkan jilan api adalah angin panas yang keluar dari api. Maka dari itu syaikh Wahid Abdussalam Bali mendefinisikan bahwa jin adalah angin. Rasulullah    ﷺ juga memberitahukan bahwa jin itu ada 3 jenis, sebagiannya adalah bisa terbang.

Baiklah, jika jin itu bentuknya halus menyerupai angin maka mungkin sekali ia masuk ke tubuh manusia dari rongga tubuh manusia (pori-pori kulit). Bahkan saya pernah mendapat pengakuan jin masuk dihidung saat manusia melakukan olah pernafasan..

Dimana mereka diam ditubuh?
Rasulullah    ﷺ bersabda; "Sesungguhnya syaitan berpindah dalam tubuh manusia melalui aliran darah" (Hr Bukhari dlm fathul bari). Dari sini kita mulai faham, jantung adalah pusat darah dan syaitan mengendali disana. Disebelah mana?

Kita memasuki ruang hakikat, sebenarnya ini sudah dijelaskan diseri sebelumnya bahwa jantung manusia (sebagai sentra pemompa darah secara biologis) itu terbagi dua. Yaitu jantung Biologis dan jantung spiritual, atau ada jantung didalam jantung. Jantung spiritual itulah tempat Fitrah manusia bersemayam, disana juga tempat terjadinya peperangan antara syaitan dan Fitrah manusia yang saling mempengaruhi. Disana juga cahaya pertolongan Allah selalu menyinari ruh-ruh hamba Allah yang sehat, yang jauh dari ambisi dunia dan tidak mendua.

Disini syaitan yang secara fitrah juga dicipta untuk mengganngu manusia (Qarin) menggoda, disini pula kemungkinan setiap syaitan (jin ingkar) yang dikirim manusia (tukang sihir) atau jin ingkar yang disembah manusia (karena punya kerjasama/perjanjian dsb) bekerja merusak fitrah manusia. Darimana kita merasakan fitrah yang terganggu?

Lebih jelasnya, tentang hal ini akan dibahas tuntas di buku RehabHati Session 2. Yang jelas di ranah perasaan inilah syaitan mengendalikan manusia, perasaan ini mempengaruhi otak (fikiran) dan otak inilah yang mengontrol seluruh gerak jasad. Ini selaras dengan firman Allah dalam QS Yunus Ayat 57 bahwa Al Qur'an itu adalah Syifa atau penyembuh bagi seluruh penyakit didalam dada dan sesuatu yg ada didalam dada adalah Jantung, sementara Rasulullah    ﷺ telah bersabda bahwa dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging yang jika ia baik maka baiklah semuanya dan sebaliknya.


Jelas sudah secara Ilmiah, dalil ataupun secara hakikat bahwa al Qur'an itu menyembuhkan Qalbu. Dari itulah konsep Training RehabHati 65% nya adalah tazkiyyah hati.
Back To Top