Ruqyah Mandiri Sesuai Sunnah

Cara MENARIK JIN dari dalam Tubuh

Cara MENARIK JIN dari dalam Tubuh

MENARIK JIN 

Lihat gambar, perhatikan daerah pergelangan tangan, telapak tangan dan kaki beserta pergelangannya. Biasanya, pasca ruqyah terdapat rasa panas/dingin/kesemutan/berat atau kedutan ringan didaerah tersebut.   
Ini jangan dibiarkan dan harus langsung ditangani hingga tuntas, caranya bacakan surah al Mukminun 115 di tiupkan ketangan dan tarik keluar/ujung kaki atau tangan sambil membaca “La Haula walaa quwata illa billahil aliyhil adziim”.    

Lakukan 2 atau tiga kali hingga sakit hilang TOTAL. Insya Allah bisa dan saya sering melakukannya. Sekali lagi jangan menganggap spele dengan sisa-sisa sakit ini, karena hal itu mengindikasikan keberadaan jin. Jika ada satu jin saja tidak keluar, mka ia akan menjadi pintu untuk masuk kembali kedalam tubuh!  
Lakukan hingga rasa sakit benar-benar hilang dan sempurna. Demi Allah hal ini bisa saja terjadi dan saya sering melakukannya, dengan demikian sihir itu benar-benar telah musnah dan belenggunya telah hilang.  

Cara MENARIK JIN dari dalam Tubuh
Menuntaskan Sisa-Sisa Sihir dalam Tubuh

Menuntaskan Sisa-Sisa Sihir dalam Tubuh

Menuntaskan Sisa-Sisa Sihir  

Setelah prosesi selesai, katakanlah pasien muntah hebat dan merasa lemas. Setelah ini kita wajib mengecek keberadaan jin, apakah masih ada di dalam atau sudah keluar? Caranya adalah dengan melihat tanda-tandanya atau langsung melakukan scanning ulang dengan membacakan ayat tertentu. Misalnya dengan meletakan tangan kita di ubun-ubunnya dan membaca surah Hud ayat 56:

Artinya:”Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus."

Atau bacakan surah al Baqarah 148 untuk memanggil kembali jin tersebut seandainya belum keluar atau hanya keluar dan masih ada di sekitar sana. Jika telah dibacakan berulang ulang namun tidak ada reaksi, maka ucapkan Alhamdulillah dan sarankan pasien untuk sujud syukur karena jin sudah keluar. Dan Allah yang lebih tahu hal ini. Kita bertawakal kepada-Nya.  

Setelah ini, sebetulnya masih ada hal yang harus kita kerjakan. Inilah tugas ini peruqyah, yaitu menjaga agar jin itu tidak masuk lagi setelah dia keluar. Sebelum melakukan ini, kita juga harus meyakinkan kepada pasien tentang apa yang ia rasakan. Jika pasien menjawab “segar” dan kondisi seperti normal tanpa rasa sakit (kecuali sakit bekas pijatan atau tekanan biasa di tubuh, dan juga sakit terasa lemah dibadan) maka insya Allah tahap ini selesai. Tugas kita selanjutnya adalah menasihati pasien.

Namun jika pasien masih merasa sedikit sakit atau getaran atau kedutan kecil di titik-titik tertentu, semisal punggung, leher, kepala, kaki, atau sekitar pergelangan tangan dan kaki maka RUQYAH INI BELUM TUNTAS! Ingat belum tuntas. Karena biasanya getaran itu akan semakin kuat dan gangguan terjadi lagi.  Hal yang harus kita lakukan adalah menghilangkan bekas-bekas sihir itu, baik dengan terapi Al Fatihah (Akan dibahas di lampiran), ataupun menariknya dengan ayat penarik, memukul dengan ayat pemukul dengan tatacara diatas.

Closing Ruqyah

Closing Ruqyah

Closing Ruqyah

Closing adalah tahap terakhir dalam prosesi ruqyah ini, hal ini adalah hal yang sering dilupakan praktisi ruqyah. Hal ini juga yang menjadikan pembeda “Ruqyah Aktif” dan “Ruqyah Konvensional” atau ruqyah passive yang selama ini.  

Tentunya ruqyah konvensional dan ruqyah aktif  memiliki kelebihan masing-masing yang memperkaya khasanah keilmuan para praktisi nusantara, jika peruqyah passive mengandalkan kesabaran maka praktisi peruqyah Aktif mengembangkan berbagai tehnik untuk kesempurnaan dan efectivitas waktu.  

Closing Ruqyah
Menangani Reaksi Pasien

Menangani Reaksi Pasien

Menangani Reaksi Pasien Ketika di Ruqyah

Jika pasien mulai bereaksi, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik. Tetap tenang dan jangan takut, takutlah hanya kepada Allah agar semua mahluk-Nya takut kepada kita.

Adapun tehnik-tehnik menangani saat pasien reaksi akan dibahas lengkap dalam Tehnik-Tehnik Pengembangan QuranicHealing(bab berikutnya)

Selengkapnya Beli Buku Ruqyah... 
Ayat Ayat Ruqyah dalam Al Qur'an | Teraphy Al Qur’an

Ayat Ayat Ruqyah dalam Al Qur'an | Teraphy Al Qur’an

Ayat Ayat Ruqyah dalam Al Qur'an | Teraphy Al Qur’an

Al Qur’an ini adalah obat yang baik bagi jiwa yang baik dan qalbu yang hidup. Jadi, teraphy hanya bisa berlangsung setelah melewati proses pertama dan kedua; yaitu setelah jiwa pasien siap dan layak diruqyah. 

Langkah berikutnya adalah membacakan ayat-ayat ruqyah ditelinganya dengan tartil, hal ini berdasarkan contoh yang pernah dilakukan oleh Rasulullah  ﷺ dalam menangani pasien sihir:  

Ayat-ayat ruqyah dimaksud adalah ayat-ayat yang dasar/umum/standar yang harus dibacakan dalam setiap ruqyah baik untuk gangguan jin ataupun sihir.Ayat ini dibacakan dalam setiap prosesi ruqyah dengan memegang kepala pasien atau tempat sakit dengan sentuhan ataupun dibacakan ditelinganya.   

Ayat-Ayat Ruqyah ini berdasarkan hadits dari Ubay bin Kaab ra, juga diriwayatkan dari Abdurahman bin Abu Laila yang diriwayatkan Ibn Majah dalam Sunannya (2/117) juga diriwayatkan Imam Hakim: Hadits itu menceritakan seorang arab badui yang datang kepada Rasulullah  ﷺ dan menceritakan bahwa saudaranya sedang sakit dan saat itu Rasulullah  ﷺ bertanya; “Apa penyakit saudaramu?” Dia berkata; “Dia seperti orang gila (kesurupan)”. Dan beliau bersabda lagi; “Jemputlah dia dan bawa kemari”. Dan bapa itupun membawanya, kemudian Rasulullah  ﷺ membacakan ayat-ayat berikut: Al Fatihah, Empat Ayat Awal Al Baqarah (1-4), Pertengahan Al Baqarah (163-164), Ayat Kursi (Al Baqarah 255), Tiga Ayat Akhir Al Baqarah (284-286), Al Imran 18, Al A’raaf 54-56, Al Mukminun (116-118), Al Jin 3, As Shafaat 1-10, Al Hasyr 22-24, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nass.     

Dalam perkembangannya, ayat-ayat ruqyah standar tadi ditambahkan atau dilengkapi oleh para ulama yang berkompetent dalam ruqyah sbb:Surah Al-fatihah, Al Baqarah: 1-5, 102-103, 163-164, 285-286. Al-Imran 18-19, Al-A'raaf 54-56, 117-122, Yunus 81-82, Taha 69, Al-Mukminin 115-118, As-Shaffat 1-10, Al-Ahqaf 29-32, ArRahman 33-36, Al-Hasyr 21-24, Al-Jin 1-9, Al-Ikhlas, Al Falaq dan An-Nas.   

Ayat Ayat Ruqyah dalam Al Qur'an |  Teraphy Al Qur’an
Tazkiyyah & Konseling Sebelum Meruqyah

Tazkiyyah & Konseling Sebelum Meruqyah

Tazkiyyah & Konseling 

Setelah selesai persiapan ruqyah, maka langkah selanjutnya adalah dengan menggali lebih dalam informasi dari pasien. Konseling ini bertujuan untuk menggali sedalam-dalamnya informasi yang akan membantu kita untuk menemani/membimbing pasien menuju kesembuhan yang diridhai.  

Awali dengan memposisikan diri sebagai dokter spiritual yang dibutuhkan pasien, ber-emphatilah kepada pasien anda. Sambut jiwanya dengan mendengar semua keluhan dan latarbelakang atau sebab-sebab dia sakit yang dia ketahui.   

Kemudian tanyakan kepada pasien secara pribadi dimana titk atau tempat-tempat sakit ditubuhnya dan kapan saja rasa sakit itu menyerang sebagai informasi untuk solusi atau cara pengobatannya.  
Gali sedalam-dalamnya dan beritahukan kepada pasien pentingnya kejujuran informasi ini, katakan kepadanya bahwa ini adalah bukan aib dan berjanjilah untuk menjaganya agar jiwanya tenang dan mau berikrar tentang kesalahannya.   

Kemudian beri jawaban atas semua masalahnya dengan metode tausiyyah dan tazkiyyah, luangkan waktu 10 hingga 30 menit untuk menerangkan kepada pasien tentang makna Ruqyah Syariyyah dan kesembuhan sejati yang ingin Allah anugerahkan kepada hambaNya dengan membebaskan diri dari berbagai bentuk kesyirikan.  

Hal-hal yang perlu ditanyakan saat konseling adalah:  
 Apakah anda termasuk orang yang percaya kepada jimat dan pusaka? 
 Pernah anda mengikuti sebuah perguruan tenaga dalam, kebatinan, pengisian? 
Jika pernah, ajak taubat dan minta kesediaannya jika ilmunya akan hancur dengan Ruqyah Syariyyah.  
 Pernahkah anda berobat ke paranormal atau dukun? Jika pernah, ajak bertaubat. Anda harus memberi tahu ciri-ciri dukun dan dosa besar jika mendatanginya.  
 Pernahkah anda berobat kepada kyai, ustad, habib dan ketika pulang dibekali jimat atau penangkal yang dikubur? Jika ada jimat-jimat itu harus dihancurkan terlebih dahulu. . 
 Pernahkah melakukan amalan atau ritual bid’ah semisal wirid-wirid ribuan dan disertai puasa aneh?  

Untuk dapat melakukan konseling setidaknya seorang teraphist harus mengetahui dan memberi pencerahan kepada pasien tentang Cara-cara Jin masuk ke tubuh manusia dan Ciri-Ciri Dukun agar pasien terbantu dalam menganalisa penyebab penyakitnya

Sekian artikel tentang Tazkiyyah & Konseling Sebelum Meruqyah
Muqodimah Ruqyah Persiapan Sebelum Meruqyah

Muqodimah Ruqyah Persiapan Sebelum Meruqyah

Muqodimah Ruqyah. 

Sebelum melakukan ruqyah, pastikan bahwa pasien bahwa kondisi pasien sudah siap diruqyah.  Setidaknya ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengawali teraphy ini.  

Pengkondisian Tempat 
Hal-hal utama yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan Ruqyah Syar’iyyah adalah kondisi tempat, jasmani dan ruhani pasien juga praktisi Ruqyah itu sendiri.  

PERSIAPAN TEMPAT:  
 Tempat bersih, sejuk dan tenang. Agar getaran suara Al Qur’an meresap kedalam Qalbu pasien.  Jika dirumah, matikan TV dan semua suara music dan kebisingan lain.  
 Membersihkan tempat dari semua benda keramat, jimat-jimat penangkal sihir, patung dan lukisan-lukisan bernyawa termasuk photo.  
 Bacakan ayat Kursi untuk membentengi lokasi dan mohon perlindungan kepada Allah, juga memberi pewangi ruangan.  

PERSIAPAN BAGI PASIEN: 
Salah satu faktor kegagalan dalam ruqyah syar’iyyah adalah kesiapan ruhani pasien, dalam hal ini kondisi jasmani dan ruhani pasien akan saling mempengaruhi. Berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan sebelum melakukan teraphy: 
 Siapkan jiwa pasien; bimbing jiwanya agar kuat dengan melepaskan semua bentuk dendam dan kekecewaan dimasalalunya.  
 Anjurkan untuk berwudhu agar jasmani dan ruhaninya rileks.  
 Perintahkan untuk membebaskan diri dan rumah dari benda keramat dan jimat-jimat penangkal dan kembali kepada Allah. 
 Ajak pasien bertaubat, dengan beristighfar atau mengajaknya shalat taubat.  
 Bimbing pasien untu berdo’a memohon perlindungan dan kekuatan kepada Allah.  
 Arahkan agar pasien relaks dan menyimak dengan khusyuk ayat-ayat ruqyah yang akan dibacakan. 

PERSIAPAN BAGI PERUQYAH 
 Berwudhu  
 Jika masalahnya berat, lakukan sholat mutlak 4 rakaat untuk memohon pertolongan Allah 
 Baca doa-doa pembentengan diri dan bentengi lokasi (dengan Ayat Kursi) . 
 Mempersiapkan peralatan/sarana untuk meruqyah 
 Mengidentifikasi Penyakit, Membedakan Sihir atau Medis, dan menyimpulkan Jenis Teraphy & Menteraphy. 

Mengawali Ruqyah 

Hal-Hal yang perlu dilakukan sebelum memulai ruqyah atau melakukan ruqyah mandiri ada beberapa hal. Intinya kita harus mmpersiapkan tempat, ruhani dan jasmani kita serta memperhatikan adab-adab dalam berdo’a atau adab bagaimana saat kita meminta kepada Allah. Semua benda-benda yang mengandung kesyirikan harus dimusnahkan terlebih dahulu.  

Berikut ini adalah tatacara untuk memulai Ruqyah Mandiri atau Meruqyah orang lain (jika kondisi darurat, maka cukup lakukan point 3 saja):  
1. Berwudhu untuk mensucikan jasmanikita, untuk lebih sempurna mandilah agar hati sejuk dan lembut. 
2. Shalat Mutlak (Baik 2 atau 4 rakaat) untuk memohon pertolongan kepada Allah) baik di sujud terakhir atau selepas shalat. 
3. Mengucapkan Ta’awudz, Basmallah, Beristighfar dan Shalawat Nabi.  

- Taawudz bisa dengan membaca salah satu lafal berikut; “Audzubillahiminassayitoonirrajiim”, atau “Audzubikalimatillahi tammati tammati minkulli syariima kholak” atau ‘Audzubillahikalimatillahit tammati tammah, mingkulli sayyitoni wahammah, wamingkulli ‘ainu lammah” atau “’Audzubillahisami’il aliimi minassayitooniraajiim” 
- Basmallah, memulai do’a dengan menyebut Asma-Nya yang maha Agung.  
- Istighfar, bisa membaca; “Astaghfirullahal adziim, alladi laa ilaha illa huwal hayyul qayyum waatubu ilaih” atau “Laa ilaaha illa anta, subhanaka inni kungtum minadzalimiin”. Atau bisa diganti dengan shalat taubat, jika belum pernah bertaubat dari kesyirikan.  
- Shalawat, lakukan seperti biasa; semisal, “Allahuma shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad” 

4. Memohon kekuatan kepada Allah, bisa dilakukan dengan membaca salah satu do’a sebagai berikut:  
- La Hawla walaa Quwwata Illa Billahil aliyhil Adziim.  
- Hasbunallah wanikmal wakiil nikmal maula wanikman nasiir.  
- Bismilahiladi layadhuru maasmihi sayiung fil ardhi wala fissama wahua samiun aliim.  

5. Mulailah melakukan ruqyah. 

artikel tentang Muqodimah Ruqyah Persiapan Sebelum Meruqyah
Konsep Training Rehab Hati Qurani.

Konsep Training Rehab Hati Qurani.

Konsep Training Rehab Hati Qurani.
(Sinergi Pelatihan dan Penyembuhan dengan Konsep Tazkiyyah dan Teraphy Al Qur'an).

RehabHati Qur'ani merupakan tehnik penyembuhan dengan mensinergikan pelatihan RehabHati dan Teraphy AlQur'an. Dimana didalamnya terdapat 5 konsep dasar, yaitu Tazkiyyah, Hakikat Penyembuhan (Teoritikal, Logika Ilmiah dan Dalil), Demontrasi Penyembuhan, Simulasi & Praktik, Teraphy AlQur'an, Diskusi Interaktif dan Pelatihan Self Healing.  

Dalam konsepsi dan teori rehab hati, peserta dilatih untuk memahami hakikat kesembuhan al Qur'an, mengenal sebab dan ciri gangguan Jin, teori dan dalil teraphy Al Qur'an, demontrasi teraphy Al Qur'an, simulasi dan praktik, teraphy massal, diskusi & pelatihan aplikatif "50 Tehnik Ruqyah Mandiri" atau self healing untuk pemulihan dan penyembuhan dirumah pasca pelatihan. 

Peserta dilatih untuk yakin dan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dirumah selepas pelatihan, dengan menitik beratkan pada penanaman keyakinan pada diri dan Rabbnya. Dengan konsep training 2 hari (2x 8jam) ini, peserta yang sakit insyaAllah sembuh dan bahkan mampu menyembuhkan yang lainnya (biidznillah). Di level 2 (1x8jam) berikutnya, peserta yang sudah mengaplikasikan teori ini akan dilatih menjadi Praktisi Ruqyah yang Handal dan Bertauhid, mencintai sunnah dan al Qur'an juga memusuhi syaitan. Di level 3, Praktisi yang sudah terlatih dan berpengalaman akan dilatih menjadi Trainer Ruqyah yang siap melatih umat menjadi Praktisi bersama garda tauhid lain di komunitas Qur'anic Healing Indonesia dan Dunia.

Pelatihan RehabHati bisa disederhanakan menjadi 1 hari atau bahkan 1 jam dengan komposisi 70/30. Dimana 70% Tausiyyah dan Tazkiyyah serta 30% Teraphy Al Qur'an. Kesuksesan pelatihan harus didukung setidaknya 50 peserta dan soundsystem yang baik, kondisi ruangan nyaman dan fasilitas Audio-Visual yang professional. 

Pelatihan ini bisa diaplikasikan dengan penyesuaian di Sekolah Menengah Atas, Kampus, Perusahaan, Rumah Sakit, Lembaga Pemerintahan dan umum semisal di masjid dan Rumah. Kesuksesan pelatihan sangat didukung oleh kemauan dan kebutuhan pribadi dari masing-masing peserta pelatihan.   

Jadi RehabHati bukan klinik pengobatan yang siapa saja bisa datang. RehabHati juga bukan Ruqyah Massal seperti yang dijumpai selama ini. RehabHati Qur'ani adalah sebuah Sinergi Pelatihan dan Teraphy dengan Tazkiyyah dan Teraphy Al Qur'an! Konsepnya adalah training intensif selama 2 X 8 Jam. Jika waktunya tidak cukup atau hanya 1, 2 jam saja maka materi tidak tersampaikan dan yang terjadi hanya fitnah kepada al Qur'an. 

RehabHati Qur'ani tidak hanya bermisi penyembuhan (mengambil sebab kesembuhan dg al Qur'an) tetapi melakukan perombakan pemikiran dan Perubahan Menyeluruh pada orientasi hidup seseorang. Menjemput kesembuhan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Mengubah pasien menjadi Praktisi ruqyah syariyyah yang bertauhid dan memusuhi syaitan. Mengajak manusia mencintai sunnah dan membenci bid'ah! 

Jika anda hanya mencari kesembuhan jasad tanpa mau berubah atau memperhatikan kesembuhan qalbu (ruhani) maka anda salah tempat. Karena al Qur'an itu obat yang baik bagi jiwa yang baik dan qalbu yang hidup. Bukan untuk jiwa yang tersesat di dunia dan belum ingin kembali. Al Qur'an hanya akan jadi obat buat jiwa yang baik atau yang ingin menjadi baik. 

Proses atau sebab kesembuhan meliputi tazkiyyah, teraphy al Qur’an, teraphy mandiri dan hijrah. Tazkiyyah yang meliputi pemurnian akidah dan tauhid, pengembalian fitrah hati, mengubah orientasi hidup, rekontruksi hati, membangkitkan keyakinan, taubatannasuha dan semangat hijrah dari jahiliyah ke sunnah ini mempengaruhi lebih dari 70% dari kesembuhan.  

Proses berikutnya adalah teraphy al Qur’an atau lebih dikenal dengan ruqyah syariyyah menduduki prosentasi kurang dari 10 %, dalam tahap ini jiwa manusia akan diguncang untuk meruntuhkan belenggubelenggu sihir didalamnya.  

Setelah teraphy, langkah selanjutnya adalah istiqamah dalam ruqyah mandiri hingga betul-betul terbebas dari gangguan psikis dan sel-sel tubuh mulai melakukan regenerasi menuju kesembuhan. 

Proses selanjutnya adalah opsional, atau ini adalah pilihan. Bagi mereka yang ingin sembuh secara permanent maka tidak ada jalan lain kecuali ia harus hijrah atau melakukan perubahan besar dalam hidupnya, hijrah dari masa-masa jahiliyyah yang gelap ke masa sunnah yang penuh cahaya.  

Proses ini memakan waktu yang berbeda, tergantung kesungguhan dan pemahaman masing-masing. Ada yang 30 menit, 3 jam, 3 hari, 3 bulan, 3 tahun bahkan puluhan tahun bahkan tidak sembuh-sembuh hingga ia bosan diruqyah dan peruqyahnya pun bosan melihat wajahnya.  
Benarkah jin bisa dibunuh, dibakar, disembelih?

Benarkah jin bisa dibunuh, dibakar, disembelih?

Benarkah jin bisa dibunuh, dibakar, disembelih? 

Dari Abu Thufail RA, beliau bercerita; ''Ketika Rasulullah  ﷺ menaklukkan kota Makkah, beliau mengutus Khalid bin Walid ke daerah Nakhlah, tempat keberadaan berhala 'Uzza.. Akhirnya Khalid mendatangi 'Uzza, dan ternyata 'Uzza adalah 3 Pohon Samurah dan Khalid pun menebang ketiga buah pohon yang terletak di dalam sebuah rumah tersebut. Dan Khalid pun menghancurkan bangunan rumah tersebut. Setelah itu Khalid bin Walid menghadap Rasulullah  ﷺ dan melaporkan apa yang telah dia kerjakan... Rasulullah bersabda; 

'Kembalilah karena engkau belum berbuat apa-apa...!?'' Akhirnya ia kembali. Tatkala para juru kunci 'Uzza melihat kedatangan Khalid bin Walid, mereka menatap ke arah gunung yang ada di dekat lokasi sambil berteriak, ''Wahai 'Uzza...!!! Wahai 'Uzza....!''. Khalid bin Walid ra akhirnya mendatangi puncak gunung, ternyata 'Uzza itu berbentuk perempuan telanjang yang mengurai rambutnya. Saat itu dia sedang menuangkan debu ke atas kepalanya dgn menggunakan kedua telapak tangannya. Khalid bin Walid pun menyabetkan pedang ke arah jin perempuan 'Uzza sehingga berhasil membunuhnya. Setelah itu Khalid kembali menemui Rasulullah dan melaporkan apa yang telah ia kerjakan. Rasulullah  ﷺ bersabda, ''Ya, itulah 'Uzza yg sebenarnya...!!'' 32 

Anda bertanya tentang hakikat jin, tentang sesuatu yang tidak mungkin kita lihat karena AlQur'an telah menegaskan-Nya bahwa: "Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka". (QS Al-A’raf 27). 

Jika tidak bisa dilihat, apakah bisa dibakar? Istilah membakar, membunuh, menyembelih dan lain-lain yang diciptakan peruqyah adalah hakikat yang berdasarkan pengalaman yang mereka temui. Misalnya ketika peruqyah membacakan surah Al Ankabut ayat 57, tiba-tiba jin itu teriak seperti sekarat dan kemudian pasien sadar lalu gangguan itu hilang. Lalu jin lain datang mengabarkan (melalui mulut pasien) bahwa temannya mati. Begitu pula dengan peristiwa terbakar dan disembelihnya jin.   

Artikel ruqyah:  jin bisa dibunuh, dibakar, disembelih
 Bagaimana hukum membunuh jin?

Bagaimana hukum membunuh jin?

 Bagaimana hukum membunuh jin? Inti dari Ruqyah Syariyyah bukanlah membunuhi jin, karena kita tidak pernah tahu kehidupan dan kematian mereka melainkan apa-apa yang telah tertera dalam qur’an dan sunnah. Namun ketika jin yang ternyata menimbulkan anarkisme dalam tubuh itu terbunuh maka itu adalah akibat yang ia terima dari kedzalimannya selama ini.  
Rasulullah  ﷺ bersabda; "Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka matinya adalah mati syahid" 31  

Kita bisa menyimpulkan, jika mati membela harta itu mati syahid maka artinya kita harus memerangi orang yang merampas harta kita hingga terbunuh atau membunuh jika itu perlu bukan?  

Apakah harga diri, kesehatan dan pelecehan akidah itu tidak lebih mahal daripada harta? Membunuh jin, baik jin kafir atau jin muslim halal jika telah diketahui kedzalimannya dan sebaiknya diperingatkan terlebih dahulu dengan firman Allah mengenai hukum-hukum-Nya.  

                                                           31 Mutafaqun Alaiyh, dari Abdullah bin Amr Bin Ash, juga diriwayatkan Imam Abi Daud, Tirmi

Artikel ruqyah tentang  Bagaimana hukum membunuh jin
Bagaimana Hukum MeRuqyah Dengan Bantuan Jin?

Bagaimana Hukum MeRuqyah Dengan Bantuan Jin?

Bagaimana Ruqyah Dengan Bantuan Jin? 

Sudah dipastikan, Kyai atau Habib atau Ustad atau Peruqyah yang memakai khodam dalam pengobatan adalah mereka yang keimanannya kepada Allah lemah atau keimanannya terhadap jin lebih kuat atau tertipu oleh musuh Allah atau rasa percaya dirinya terhadap doa dan rabbnya adalah nol besar.  

Lalu apa bedanya anda dengan dukun yang mempekerjakan jin untuk menyakiti dan menjerumuskan umat kedalam kemusyrikan atau bisnis belaka?  

“Bekerjasama dengan manusia saja kadang kita tertipu, apalagi bermuamalah dengan jin yang jelas-jelas tidak terlihat”.  

Menggunakan tenaga jin artinya meminta tolong kepada jin, mengemis kepada jin karena anda meyakini jin lebih cepat menolong anda jauh sebelum doa anda menembus langit. Itulah inti kesyirikannya, disana ada hati yang mendua atau bahkan hati yang tidak lagi percaya kepada Allah. Jika anda kemudian anda merasa benar dan berkata itu adalah jin islam sehingga anda merasa halal berniaga dengan mereka, maka ketahuilah atau lihatlah sendiri bahwasannya para dukun-dukun penipu umat itupun mengaku dirinya islam namun ingkar terhadap firman Allah dalam surah Al Jin ayat 6 bahwasannyakerjasama dengan jin hanya menambah dosa dan kesalahan.  

Tidak ada maslahatnya bekerjasama dengan jin, jin-jin itu punya kesibukan dan saya yakin Allah telah memberikan kesibukan yang cukup untuk menjadikan alam mereka sebagai ladang ibadah buat mereka. Seperti manusia beribadah dialam manusia, adapun manusia yang bekerjasama dengan jin itu dikenal sebagai dukun dan begitupun mungkin jin yang bekerjasama dengan manusia. Mereka adalah dukun-dukun atau tukang sihir dikalangan jin. Jin-jin yang tinggal dalam diri manusia dan menyakiti atau ikut mengatur keberlangsungan kehidupan manusia adalah jin kafir, jin islam munafik atau fasiq atau jin yang tidak berpendidikan atau jin badui atau jin yang terpaksa ataupun jin ahlul bid'ah. Jin seperti ini yang harus didakwahi.  

Sekali lagi saya tegaskan kepada yang masih ragu, bahwasannya ketidakyakinan anda terhadap doa anda sendiri adalah cerminan niat/iman/kepercayaan diri/trust anda yang tipis kepada Allah rabbnya ruh dan malaikat.  

Bagaimana kalau meruqyah namun dalam tubuh kita diyakini masih ada jin yang dikirim orang lain atau khodam lain yag tidak kita kehendaki ?  

Ketika kita meruqyah, memusatkan niat untuk berdoa memohon kesbuhan atas sebuah penyakit dan kita berhasil menyembuhkan atas izin Allah diasana kekuatan jiwa kita mengalahkan ruh jahat dalam diri kita sehingga kita bisa membacakan ayat-ayat syifa!  

Pasien yang sedang kena gannguan sihirpum bisa meruqyah, dalam kondisi tertentu. Niatkan untuk menolong dan menyiksa jin dlm tubuh sendiri saat mbacakan ayat-ayat ruqyah. Asal gangguan jin dalam diri sudah dilemahkan dengan rutinitas ruqyah mandiri. Jangan sampai peruqyahnya muntahuntaj dan pasien diam aneh.  

Adalah sangat rasional dan amatlah sesuai dgn fitrah bila yang lemah meminta bantuan kepada yg kuat dan yang kekurangan meminta bantuan kepada yg serba kecukupan. Manusia lebih mulia dan lebih tinggi kedudukan daripada jin. Sehingga sangatlah jelek dan tercela bila manusia meminta bantuan kepada jin. Selain itu bila ternyata yg dimintai bantuan adl setan mk secara perlahan setan itu akan menyuruh kepada kemaksiatan dan penyelisihan terhadap agama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:  

“Dan bahwasa ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin. Maka jin-jin itu tidak menambah melainkan dosa dan kesalahan.”  

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: “Ada sekelompok orang dari kalangan manusia yg menyembah beberapa dari kalangan jin lalu para jin itu masuk Islam. Sementara sekelompok manusia yg menyembah itu tdk mengetahui keislaman mereka tetap menyembah sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela mereka.”  
Jin tidak mengetahui perkara yang ghaib dan tidak punya kekuatan untuk memberikan kemudharatan tidak pula mendatangkan kemanfaatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:  

“Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman tdk ada yg menunjukkan kematian itu kepada mereka kecuali rayap yg memakan tongkatnya. mk tatkala ia telah tersungkur tahulah jin itu bahwa kalau mereka mengetahui yg ghaib tentulah mereka tdk tetap dlm siksa yg menghinakan.”  

Jin tidak memiliki kemampuan untuk menolak mudharat atau memindahkannya. Jin tidak bisa mentransfer penyakit dari tubuh manusia ke dalam tubuh binatang. Demikian pula manusia tidak punya kemampuan untuk itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:  

“Dan tidak ada kekuasaan Iblis terhadap mereka melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada ada kehidupan akhirat dari siapa yg ragu-ragu tentang itu. Dan Rabbmu Maha Memelihara segala sesuatu. Katakanlah: ‘Serulah mereka yg kamu anggap selain Allah mereka tdk memiliki seberat zarrahpun di langit dan di bumi. Dan mereka tdk mempunyai suatu sahampun dlm langit dan bumi dan sekali-kali tdk ada di antara mereka yg menjadi pembantu bagi-Nya’.” 

Sekian tentang artikel: Bagaimana Ruqyah Dengan Bantuan Jin? 

Tidak boleh Meruqyah ?

Tidak boleh Meruqyah  ?

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abbas, Rasulullah   ﷺ bersabda: "Beberapa ummat pernah ditampakkan kepadaku, maka nampaklah seorang nabi dan dua orang nabi lain lewat bersama dengan beberapa orang saja, dan seorang nabi lagi yang tidak bersama seorang pun, hingga tampak olehku segerombolan manusia yang sangat banyak, aku pun bertanya;

 "Apakah segerombolan manusia itu adalah ummatku?" di beritahukan; "Ini adalah Musa dan kaumnya." Lalu diberitahukan pula kepadaku; "Lihatlah ke ufuk." Ternyata di sana terdapat segerombolan manusia yang memenuhi ufuk, kemduian di beritahukan kepadaku; "Lihatlah di sebelah sini dan di sebelah sana, yaitu di ufuk langit.

" Ternyata di sana telah di padati dengan segerombolan manusia yang sangat banyak, " di beritahukan kepadaku; "Ini adalah ummatmu, dan di antara mereka terdapat tujuh puluh ribu yang masuk surga tanpa hisab." Setelah itu beliau masuk ke rumah dan belum sempat memberi penjelasan kepada mereka (para sahabat), maka orang-orang menjadi ribut, mereka berkata;

 "Kita adalah orang-orang yang telah beriman kepada Allah dan mengikuti jejak Rasul-Nya, mungkinkah kelompok tersebut adalah kita ataukah anak-anak kita yang dilahirkan dalam keadaan Islam sementara kita dilahirkan di zaman Jahiliyah." Maka hal itu sampai kepada Nabi  ﷺ , lantas beliau keluar dan bersabda:   

Penjelasan yang di maksud Tidak boleh Meruqyah ... semoga di pahami
KONTROVERSI HADITS RUQYAH

KONTROVERSI HADITS RUQYAH

KONTROVERSI HADITS RUQYAH  

Dari Jabir, dia berkata, "Kaum Anshar ada satu keluarga yang dipanggil dengan keluarga 'Amru bin Hazm, mereka sering meruqyah (jampi-jampi) dari penyakit humah (racun yang di akibatkan oleh sengatan kalajengking), padahal Rasulullah   ﷺ telah melarang jampi-jampi, maka mereka mendatangi Nabi   ﷺ dan berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda telah melarang untuk meruqyah, dan kami sering melakukan ruqyah dari penyakit humah." Maka beliau bersabda: واُضِرْ اع "Tunjukkanlah (ruqyahmu) kepadaku." Mereka pun membacakannya kepada beliau, dan beliau bersabda lagi:  

"Tidak apa dengan ini, karena bacaan ini termasuk dari sesuatu yang dapat menguatkan." 30.   

Dari Jabir berkata; pamanku melakukan pengobatan dengan ruqyah (pengobatan dengan cara membaca bacaanbacaan ayat suci dan doa yang disyariatkan) dari sengatan kalajengking. Tatkala Rasulullah   ﷺ melarangnya, dia mendatanginya dan berkata; Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda telah melarang dari ruqyah, bagaimana jika saya melakukan ruqyah dari sengatan kalajengking?. Lalu beliau bersabda:  

Barangsiapa yang bisa memberi manfaat terhadap saudaranya, silahkan kerjakanlah". [Musnad Ahmad 13714]  

Jabir 'Amr bin Hazm dipanggil seorang wanita dari Madinah yang terkena sengatan ular agar dia meruqyahnya. Namun dia menolaknya. Hal itu disampaikan kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, lalu beliau memanggilnya. 'Amr berkata; Wahai Rasulullah, dahulu anda pernah melarang ruqyah (pengobatan dengan menggunakan bacaan yang disyareatkan). Beliau bersabda: "Bacakan hal itu kepadaku", lalu dia membacanya, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:  

Tidak mengapa, sebab ruqyah pada hakikatnya adalah penawar (pelindung)." [Musnad Ahmad 14699] 


Menghilangkan Tawakal 
Dari Mujahid dari 'Aqqar bin Al Mughirah bin Syu'bah dari bapaknya ia berkata; Rasulullah   ﷺ bersabda:  


 "Barangsiapa yang berobat dengan Kay atau meminta untuk diruqyah, maka sungguhnya ia telah berlepas diri dari sifat tawakkal." [Sunan Tirmidzi 1980]. Hasan Sahih Juga dalam Sunan Ibnu Majah 3480 

Jibril Meruqyah Nabi Muhammad

Ruqyah Jibril 

Dari Abu Sa'id bahwa Jibril mendatangi Nabi   ﷺ kemudian berkata; "Hai Muhammad, apakah kamu sakit? Rasulullah   ﷺ menjawab: 'Ya. Aku sakit. Lalu Jibril meruqyah beliau dengan mengucapkan;  


'Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu dan dari kejahatan segala makhluk atau kejahatan mata yang dengki. Allah lah yang menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku meruqyahmu.' ( Ruqyah Jibril )
Cara Ruqyah Penyakit Ain yang Tepat...

Cara Ruqyah Penyakit Ain yang Tepat...

Ruqyah Ain 

Asma berkata, "Wahai Rasulullah, anak-anak Ja'far tertimpa penyakit 'ain, maka ruqyahlah mereka! " Beliau menjawab: "Ya. Jika ada sesuatu yang mendahului takdir, maka 'ain lah yang mendahuluinya." 26 

Urwah bin Zubair menceritakan, bahwa Rasulullah   ﷺ memasuki rumah Ummu Salamah, isteri Nabi  ﷺ , sementara di dalam ada seorang bayi sedang menangis. Mereka lalu menceritakan bahwa anak itu terkena penyakit 'Ain." 'Urwah berkata, "Rasulullah   ﷺ bersabda: "Apakah kalian tidak meruqyahnya untuk menanggkal 'Ain?”. 28  

Jabir bin Abdullah radliallahu 'anhu berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjengukku ketika saya sakit, lalu beliau berwudlu' dan memercikkan air wudlu'nya kepadaku, atau bersabda:
"Percikkanlah (air) padanya."  

Lantas saya pun tersadar..." [Dikutif dari shahih Bukhari 5244]. 
Ruqyah 3Qull Al Falaq, An nas dan Al Falaq

Ruqyah 3Qull Al Falaq, An nas dan Al Falaq

Cara Ruqyah 3 Qull

Dari 'Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; "Apabila Rasulullah   ﷺ hendak tidur, maka beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (QS Al Ikhlas 1-4) dan Mu'awidzatain (An Nas dan Al Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata; Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu." 25 

Sunnah Pembenaran Nabi 
Asma berkata, "Wahai Rasulullah, anak-anak Ja'far tertimpa penyakit 'ain, maka ruqyahlah mereka! " Beliau menjawab: "Ya. Jika ada sesuatu yang mendahului takdir, maka 'ain lah yang mendahuluinya." 26 


Al Qur’an untuk Perlindungan Yang Kokoh

Al Qur’an untuk Perlindungan Yang Kokoh

Al Qur’an untuk Perlindungan 

Dari Aisyah binti Sa'd dari Ayahnya, bahwa ia berkata; “Aku pernah menderita rasa sakit yang amat berat ketika di Makkah, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam datang menjenguk dan beliau mengusap wajah dan perutku sambil berdo'a:

“Ya Allah, sembuhkanlah penyakit Sa'd dan sempurnakanlah hijrahnya." Maka aku masih merasakan rasa sejuk di hatiku hingga saat ini." 21

Dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah   ﷺ apabila sakit maka beliau membacakan surat-surat mu'awwidzat (minta perlindungan) dan meniupkannya. Ketika sakit beliau semakin keras, maka aku yang membacakan kepada beliau dan aku usapkan kepadanya dengan tangan beliau, dengan harapan mendapatkan berkahnya." 22

Dari Abu Hurairah ia berkata, "Seorang laki-laki yang terkena sengatan kalajengking datang menemui Nabi ."  ﷺ Abu Hurairah berkata, "Kemudian beliau bersabda:

"Seandainya ia mengucapkan a'uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq (Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan makhluk yang Allah ciptakan) ', maka ia tidak akan tersengat, atau kalajengking tersebut tidak akan membahayakannya." 23

Dari Abu Hurairah dia berkata, "Seorang laki-laki di sengat kalajengking hingga ia tidak dapat tidur pada malam harinya, lantas dikatakan kepada Nabi  ﷺ , "Fulan telah di sengat kalajengking hingga ia tidak dapat tidur di malam harinya! " Maka Nabi   ﷺ bersabda: "Sekiranya menjelang sore harinya ia mengucapkan: 'A'uudzu bika bikalimaatilahittaammti min syarri maa khalaqa (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya) ', niscaya sengatan kalajengking tersebut tidak akan membahayakannya sampai pagi." 24 
Membangun Benteng Hati dari Gangguan Jin Sihir

Membangun Benteng Hati dari Gangguan Jin Sihir

Membangun Benteng Hati dari serangan jin dan sihir

Jika kita analogikan, benteng adalah sebuah tempat perlindungan dari serangan-serangan musuh. Semakin kuat dan kokoh benteng yang kita bangun maka jelas kita akan lebih aman berada di dalamnya dan sebaliknya apabila benteng itu lemah maka tidak hayal lagi siapa yang ada didalamnya dia akan hancur.

Bayangkanlah jika antum memiliki rumah megah, namun tidak memakai rangka kontruksi beton yang kuat. Maka dapat dipastikan rumah itu akan runtuh saat ada guncangan, dan semua isinya hancur lebur sebagaimanapun mewah isi dan tatanannya.

Dalam upaya pencegahan ini yang harus diperhatikan adalah kita tidak mungkin meminta perlindungan kepada Allah sementara kita membangkang kepada Allah (melakukan dosa).

Rasulullah  ﷺ bersabda; "Ketika kalian keluar rumah bacakan 'Bismillahi tawakaltu Ilallah, la hawla walaa quwwata illa billah" maka Allah akan menurunkan malaikat untuk melindungimu dan syaitan akan menjauhimu". Jadi, syaikh Abdul Rouf ben Halima berkata jika kita keluar rumah baca doa perlindungan kepada Allah lalu dijalan memandangi wanita/laki-laki malaikat akan meninggalkan kita dan syaitan akan kembali kepada kita. Sama halnya ketika wanita mulai memperlihatkan auratnya, disana syaitan akan bersama mereka.

Jadi tolong diperhatikan dan dicatat; bahwasannya yang paling penting adalah meninggalkan DOSA terlebih dahulu dan melaksanakan kewajiban kita sebelum menuntut hak perlindungan kepada Allah. Saya pernah mendengar testimoni ada sensasi kesembuhan yang terjadi setelah "taubatannasuha" dan melaksanakan seluruh kewajibannya sebagai muslimin-muslimah.

Yang berikutnya adalah meninggalkan (bertaubat dari) semua perbuatan syirik, musyrik, bid'ah, khurafat (jimat-jimat, meminta karomah kepada kuburan dsb) dan jangan lupa menurunkan semua patung, photo & lukisan dalam rumah.

Yang lebih penting dari semuanya adalah meninggalkan (bertaubat dari) semua perbuatan syirik, musyrik, bid'ah, khurafat (jimat-jimat, meminta karomah kepada kuburan dsb) dan jangan lupa menurunkan semua patung, photo & lukisan dalam rumah.   Untuk membangun benteng ghaib, selain menegapkan amalan wajib dan ritual sunnah. Kita harus menghindari dosa-dosa besar yang nenghalangi turunya Rahmat Allah dalam Prosessi penyembuhan dengan Ruqyah Syar’iyyah.

1. Melepaskan diri dari Syirik (Menyekutukan Allah SWT).
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya". (An Nisaa: 48).
Dan Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga". (Al Maidah: 72)
2. Ikhlas.
Iblis sudah bersumpah untuk menjerumuskan seluruh manusia, kecuali orang mukhlisin (orang ikhlas). Ikhlas merupakan benteng yang tidak akan pernah bisa ditembus iblis.Coba lihat kembali surah al Hijr ayat 39-40.
3. Komitment dengan Jemaah, Al Qur’an dan Sunnah.
Istiqamah dalam menapaki jalan sunnah, meski seperti menggenggam bara. Karena jika bara itu dilepas maka ia akan menjadi lautan neraka jahannam.
4. Memohon perlindungan Allah .
Menempatkan Allah dihati sebagai tempat bergantung dan berlindung.
5. Tadabbur Al Qur’an (10 Ayat Al Baqarah 1-4, 163-164, 255, 284-286), Al Falaq dan An Nass).  
6. Tidak Berputus Asa dari rahmat Allah SWT.
Saya teringat perkataan ibnu Qayyim Al Jauziyyah; beliau berkata, bahwa “Putus asa itu lebih jelek daripada kematian! Jika kematian hanya memisahkan jasad dengan ruh, maka putus asa memisahkan antara ruh kita dengan Allah azza wa jalla”.
Tentang putus asa ini Allah SWT berfirman:"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(Yusuf: 87).
7. Tidak Merasa aman dari ancaman Allah SWT.  Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (Al A'raaf: 99)
Kenapa hal ini menjadi dosa besar? Yang pertama kita meremehkan Allah Subhannahu wa Ta’ala, yang berikutnya, dengan merasa aman dari Azab Allah kita akan enggan bertaubat dan terus menumpuk dosa.
Padahal dengan menjalani kehidupan, hakikatnya kita sedang berjalan menuju kematian. Naudzubillah..
8. Menghindari Perbuatan Durhaka kepada kedua orang tua. Karena Allah SWT mensifati orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai orang yang jabbaar syaqiy 'orang yang sombong lagi celaka'.  
Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka". (Maryam: 32).
9. Menghindari Riba. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila". (Al Baqarah: 275)
10. Menghindari Zina, berdoa ketika keluar rumah, masuk masjid, masuk kamar mandi dan ketika mau tidur, dzikir pagi dan sore, dhawamul wudhu, qiyamullail dan kenali musuh anda.
Tidakkah hal ini bid'ah atau mengada-ada?

Tidakkah hal ini bid'ah atau mengada-ada?

Tidakkah hal ini bid'ah atau mengada-ada? Beda antara mengembangkan dengan menciptakan hal baru. Semisal Rasulullah  ﷺ yang menyatakan bahwa syaitan itu berlarian dalam darah atau seperti berjalannya darah di nadi maka kita melakukan tehnik menekan dengan telapak tangan lalu kita mengembangkannya dengan melakukan penekanan disekitar urat nadi leher dengan telapak tangan dengan tujuan menyembelihnya.   

Rasulullah  ﷺ hanya berkata "Ukhruj ya Aduwallah!" atau artinya "Keluarlah wahai musuh Allah" dengan satu pukulan dan jin keluar atau hancur lalu sembuh namun kita sebagai hamba Allah yang tidak satu tingkatan level iman-nya dengan Rasulullah   ﷺ tentu tidak dengan serta merta melakukan hal yang sama terus semua tuntas. Kadang saya menghabiskan waktu sampai 5 hingga 7 jam menangani satu pasien, bahkan saya menemukan peruqyah melakukan therapi hingga 15 jam estafet. Kadang juga hanya beberapa menit tergantung ikhtiar dan kehendak Allah dalam mengabulkan do'a.   

Dalam perjalanan panjang ini kami menemukan tehnik baru. Kadang tidak sengaja dan kemudian kami menebarkannya bagi ummat yang mungkin membutuhkan tehnik itu, semisal jin yang berteriak kepanasan saat membacakan ayat tertentu lalu kami memakai ayat itu dan menamainya ayat pembakar.   

Tentu saja ini pegembangan bukan menciptakan hal baru, karena Allah mengaskan bahwa Al Quran itu obat dan kami memperdalamnya; bagian manakah dari al Qur'an itu yang menjadi obat selain ayat yanng Rasulullah bacakan. Karena pada intinya kita sedang berikhtiar bagaimana caranya agar sihir dan jin itu hilang, baik itu dengan mendakwahinya, berdialog, atau membunuhnya jika tidak mau keluar.   

                                                           32 (HR. An-Nasai, dalam Sunan al-Kubro no.11547, jilid 6 hal.474, terbitan Darul Kutub Ilmiyyah Beirut, cetakan pertama 1411 H)
Apakah sakit itu selamanya disebabkan oleh Jin?

Apakah sakit itu selamanya disebabkan oleh Jin?

Apakah sakit itu selamanya disebabkan oleh Jin? 

Ada beberapa penyakit yang tidak bisa ditangani team medis dan ada juga penyakit yang tidak bisa ditangani peruqyah. Dokter memiliki profesionalitas yang telah diasah, begitupun peruqyah yang proffessional. Jadi masing masing kita bisa berikhtiar untuk sebuah kesembuhan sebagai bentuk do'a yang aktif. Boleh memakai herbal, bekam, obat atau Al Qur'an karena hal ini telah dicontohkan.   

Untuk beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan dokter, obat, herbal, bekam, pijat refleksi, bahkan operasi? Atau semisal sembuh namun terjadi lagi dalam jangka yang bertahun-tahun? Inilah bagian peruqyah, karena didalamnya ada keterlibatan sihir. Al Qur’an bekerja menyembuhkan dari akarnya, dan sihir tidak akan musnah total sehingga manusia kembali bertauhid.  

Dewasa ini banyak ditemukan penyakit yang dikira medis dan ternyata sihir, semisal lambung, jantung koroner, pengapuran, bahkan hingga kebutaan.  Bagaimana hal ini terjadi? Jawabannya sederhana; “Karena sihir masuk ke otak dan mengendalikannya, sedangkan otak adalah pusat pengendali semua organ. Jadi mungkin sihir bisa merusak organ dengan mengendalikannya dari pusat”.  
Apakah sihir dan kesurupan itu ada?

Apakah sihir dan kesurupan itu ada?

Apakah sihir dan kesurupan itu ada?

Hanya orang sombong terhadap Al Qur’an yang mengingkari sihir.. Dalam surah Al Baqarah 125, sangat jelas Allah berfirman; "Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran gangguan kegilaan yang ditimbulkan syaitan..." (terjemah Ibn Katsir).   

Ada sebuah Riwayat dari Abdullah bin Mas’ud ra33, bahwa apabila Rasulullah  ﷺ shalat ia berdo’a; “Allahumma ini a’udzubika minassayyitonirraziim wa Hamzihi wa Nufhihi wa Nafasihi”. Beliau menerangkan bahwa Hamz berarti Al-Mautah yang berarti gangguan yang membuatkan tidak sadarkan diri atau kesurupan, demikian juga Ibn Katsir (dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah(/61) menerangkan hal yang sama. Artinya Rasulullah  ﷺ membenarkan peristiwa “kesurupan” seperti penafsiran “kesurupan” dalam surah Al Baqarah ayat 275.  

Apakah sihir dan kesurupan itu ada? JAWABANNYA ADA... 
Bolehkan memukul saat meruqyah?

Bolehkan memukul saat meruqyah?

Bolehkan memukul saat meruqyah?

Meniup, Menepuk, Memijit, Mengusap, Memukul itu ada dalah hadits atau dicontohkan Rasulullah  ﷺ saat mengobati sihir. 

Saya menemukan lebih dari 15 hadits tentang cara pengobatan Rasulullah melalui ruqyah ini, bahkan dalam sebuah riwayat yang dikisahkan Imam Al Hakim dan At Thabrani dari Ummu Abban dikatakan bahwa Rasulullah memukul punggung wanita yang kesurupan jin itu hingga dua ketiaknya terlihat putih. 

Artinya pukulan yang keras!  
Begitupun dengan tiupan, pijatan, usapan dan semua tehnik yang kami kembangkan di Quranic Healing itu ada dalilnya.  Mau sakit gila 10 tahun atau satu menit dengan pukulan? Pilih saja, dan Rasulullah tidak akan mencontohkan jika hal itu tidak benar dan mengandung manfaat.  
Bukankah kita diajarkan sabar dan tawakal ketika sakit?

Bukankah kita diajarkan sabar dan tawakal ketika sakit?

Benar, bahkan Rasulullah  ﷺ mengabarkan syurga kepada seorang wanita kulit hitam yang datang kepadanya mengeluh tentang sakit ayan yang dideritanya. Wanita muslimah itu mengadu bukan sakitnya, namun tentang kekhawatirannya bahwa manusia dan jin bisa melihat auratnya saat ia ayan.   

Dan Rasulullah  ﷺ menawarkan "Kesembuhan" atau "Kesabaran", maka wanita itu memilih kesabaran dan Rasulullah mendokan agar Allah menjaga aurat wanita itu saat kesurupan. Bukan mendo'akan untuk kesembuhan. 
                                                           33 Hadits Riwayat Al Hakim, Abu Dawud: (1/206), Tirmidzi (1/153) dan Nasai dari Abu Said Al Khudry. 

Dan seperti diriwayatkan Atha' bin Rabbah dari Abdullah bin Abbas, wanita itu termasyur sebagai muslimah yang dijaminkan syurga oleh Rasulullah.   

Nah, tawakal seperti apakah kita? Bukankah seorang awam lebih sering mengeluh bahkan hingga melakukan dosa besar seperti putus asa dari rahmat Allah ketika sakit bertahun-tahun, bahkan tidak jarang malah pergi ke dukun dan terjebak lembah kemusyrikan yang membahayakan dunia akhirat? 

Kadar keimanan setiap orang itu berbeda-beda.  Ruqyah ini menuntaskan sihir untuk menjaga saudara-saudari kita yang belum kokoh ketauhidannya hingga ia terserang sihir jin. Dan kita yang diberi kemampuan oleh Allah untuk meruqyah itu adalah amanah untuk dijalankan, dan tentu saja ini wajib karena ilmu itu harus diamalkan.   

Demi Allah saya heran ada bebrapa fikrah islam yang saya kenal baik menolak ruqyah dengan minimnya pengetahuan yang ia ketahui tentangnya. Dia berdiam diri dan mencela para peruqyah yang sedang berjuang menebarkan sunnah ini dari sofa ditengah-tengah keluarga tercintanya atau bersenda gurau bersama santri dan mutarobinya. Allahuakbar!
Bukankah minta diruqyah itu tidak boleh?

Bukankah minta diruqyah itu tidak boleh?

Bukankah minta diruqyah itu tidak boleh? Harusnya jawaban ini dutulis dalam satu tulisan utuh, semoga nanti ada waktu yang cukup. Hal ini telah dibahas banyak ulama, dan saya sedikit menyuguhkan kesimpulan dari pembahasan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu ta’ala.

Hadits tentang itu sahih, namun, kita manusia yang telah dianugerahi akal untuk berfikir dan hati untuk menilai bukahkah tidak seharusnya cepat menyimpulkan tanpa pengetahuan yang cukup?

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz menyebutkan ciri-ciri yang masuk syurga tanpa hisab itu adalah: Mereka itu adalah orang-orang yang berjihad menundukkan hawa nafsu mereka dan istiqomah di atas agama Allah. Mereka senantiasa menunaikan kewajiban dimana pun berada. Demikian juga, mereka senantiasa meninggalkan keharaman dan berlomba-lomba menggapai kebaikan.

Di antara ciri mereka adalah tidak meminta diruqyah, tidak meminta disembuhkan dengan kay/disundut besi panas, dan tidak beranggapan sial/tathayyur. Tidak minta diruqyah maksudnya adalah dia tidak memohon kepada orang lain untuk meruqyah dirinya. Namun, ini bukan berarti bahwa perkara ini diharamkan. Tidak masalah meminta diruqyah jika memang dibutuhkan.

Akan tetapi, di antara ciri mereka -70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab tadi- meninggalkan hal itu dan mencukupkan diri dengan sebab-sebab yang lain. Mereka tidak meminta orang untuk meruqyah dirinya. Dia tidak berkata, “Wahai fulan, ruqyahlah diriku.” Akan tetapi apabila ada kebutuhan -mendesak- untuk itu tidak mengapa. Hal itu tidak membuat dirinya keluar dari tujuh puluh ribu orang tersebut selama memang benar-benar ada kebutuhan untuk itu. Oleh sebab itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam prnah memerintahkan Aisyah untuk meminta ruqyah pada saat mengalami sakit pada suatu kondisi. Beliau juga memerintahkan Ummu Aitam Ja’far bin Abi Thalib untuk meminta ruqyah untuk mereka, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang sahih.

Masalahnya adalah..  JIKA kadar keimanan manusia itu tidak cukup untuk bertawakal dalam jangka bertahun-tahun dengan sihir yang menimpanya, apakah ia tidak lebih butuh untuk minta di ruqyah?

Manusia sombong manakah yang telah meng-klaim dirinya salah satu golongan manusia yang masuk syurga tanpa

hisab? Sedangkan umat islam yang hidup diabad ke 14 ini saja lebih dari 5,7 Milyard.. belum lagi ulama terpilih yang hidup sebelum abad ke 14 setelah islam turun?

Apakah siti Aisyah Ra yang hidup semasa Rasulullah dan meriwayatkan ribuan hadits ini tidak termasuk golongan itu?

Apakah bolak balik kedukun dan mengeluh 7 kali dalam sehari dan kadang menghadapai kondisi bertahun-tahun sulit shalat ini tidak lebih baik diruqyah hingga sembuh dan dapat beribadah dengan leluasa ini lebih buruk daripada minta di ruqyah?

Ini tentang akidah yang lurus, atau tentang bagaimana si peruqyah meluruskan akidah dan pemahamannya terlebih dahulu lalu meruqyahnya. Hingga si pasien paham bahwa kesembuhan itu dari Allah dan bencana itu disebabkan oleh tangannya sendiri.  

Demi Allah saya merasa kasihan sama praktisi yang mau belajar ruqyah karena ingin membentengi dirinya dari sihir, mengobati dan menjaga keluarganya serta umat mukminin-mukminat dari sihir kemudian melemah semangatnya karena salah penafsiran tentang hadits ini padahal ada banyak hadits lain yang menceritakan tentang ruqyah serta fakta ilmiyyah tentang kesembuhan yang terjadi.  
Penyebab Gangguan Jin Yang Jarang di Ketahui

Penyebab Gangguan Jin Yang Jarang di Ketahui

Penyebab Gangguan Jin 

1. Syirik [Hati yang Mendua]  

Syirkul Akbar (syirik besar), Syirkul Ahghor (syirik kecil); syirku Khoufin (Syirik Takut), syirkul Mahabbah (syirik kecintaan), syirkut tha’at (syirik ketaatan), syirkus Shagiran (syirik halus)] 

2. Anarkisme Syaitan. 

3. Jin Keturunan dari Ayah/Ibu, Kakek/Nenek atau pendahulunya 

4. Menyerupai Syaitan  

5. Kebodohan & Kelalaian 

6. Ain [Tatapan Hasad] 

7. Runtuhnya Benteng Hati  

8. Menyelisihi Sunnah (Karena ritual bid’ah; wirid overdosis, puasa yang tidak dicontohkan Rasul, menyembelih binatang).

9. Dikirim Tukang Sihir 

10. Ritual Pengisian Ilmu Hitam (tenaga dalam, kebatinan, kekebalan, isian) 

11. Syahwat [marah, sedih & takut] 

12. SERING KE DUKUN! 

ini lah 12 hal yang manejadi Penyebab Gangguan Jin. terimakasih sudah membac artikel ini.
Ciri-Ciri Dukun Yang Harus Anda Ketahui

Ciri-Ciri Dukun Yang Harus Anda Ketahui

Berikut ini beberapa Ciri-Ciri Dukun yang harus anda ketahui...

1. Menanyakan nama pasien dan nama ibunya.  
2. Meminta salah satu dari beberapa benda bekas yang pernah menempel dalam diri pasien. 
3. Terkadang meminta hewan dengan kriteria tertentu untuk disembelih dengan tidak menyebut nama Allah padanya kemudian dilemparkan ketempat tertentu atau dikubur ditempat-tempat tertentu.  
4. Menuliskan dan mantra yang tidak dapat difahami berupa huruf terputus-putus di sebuah kertas (jimat) atau di lempengan tembikar putih, lalu menyuruh pasien melarutkan dan meminumnya. 
5. Memakai Isim (tulisan Arab berupa mantra bahkan Al Qur’an yang tulis sungsang sebagai penangkal perlindungan atau dianggap mendatangkan berkah tertentu).  
6. Menyuruh pasien untuk mengurung diri di suatu ruangan yang tidak dimasuki sinar matahari untuk beberapa waktu tertentu. 
7. Menyuruh pasien untuk tidak menyentuh air untuk waktu tertentu. 
8. Memberi sesuatu kepada pasien untuk ditimbun di dalam tanah, dihalaman rumah atau ditempek di rumah. 
9. Memberi pasien beberapa kertas untuk dibakar dan mengeluarkan asap. 
10. Berkomat-kamit dengan kata-kata yang tidak difahami. 
11. Terkadang si penyihir memberi tahu pasien nama dan kampung halaman pasien tersebut. Serta permasalahan yang akan dikemukakannya 
12. Meminta mahar atau tarif tertentu yang tidak boleh dikurangi, atau tarif yang menyulitkan ummat.  
13. Memakai mediasi manusia atau mentransfer penyakit ke hewan.  
14. Mengeluarkan jin dengan jin lagi. Atau mengobati pasien dalam kondisi kerasukan jin. Jadi terapis kerasukan dan kadang terlihat berantem dengan mahluk yang tidak terlihat.  
15. Menyuruh mandi dengan bunga tujuh rupa, mandi dari air di tujuh sumur, mandi dari air di tujuh mata air yang berbeda, atau bahkan tujuh lautan.  
16. Memberi amalan wirid overdosis (ribuan hingga puluhan ribu) disertai puasa tertentu yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah   .ﷺ 
17. Melakukan pelecehan seksual, semisal memandikan pasien ditempat khusus. Dll.. CHAPTER 

ini lah 17 ciri-ciri dukun. jika anda menemui hal di atas pada seorang yang mengaku org pintan atau ustd. maka jangan percaya dia adalah dukun berbaju ustd. 


Back To Top