Bagaimana Hukum MeRuqyah Dengan Bantuan Jin?

Bagaimana Ruqyah Dengan Bantuan Jin? 

Sudah dipastikan, Kyai atau Habib atau Ustad atau Peruqyah yang memakai khodam dalam pengobatan adalah mereka yang keimanannya kepada Allah lemah atau keimanannya terhadap jin lebih kuat atau tertipu oleh musuh Allah atau rasa percaya dirinya terhadap doa dan rabbnya adalah nol besar.  

Lalu apa bedanya anda dengan dukun yang mempekerjakan jin untuk menyakiti dan menjerumuskan umat kedalam kemusyrikan atau bisnis belaka?  

“Bekerjasama dengan manusia saja kadang kita tertipu, apalagi bermuamalah dengan jin yang jelas-jelas tidak terlihat”.  

Menggunakan tenaga jin artinya meminta tolong kepada jin, mengemis kepada jin karena anda meyakini jin lebih cepat menolong anda jauh sebelum doa anda menembus langit. Itulah inti kesyirikannya, disana ada hati yang mendua atau bahkan hati yang tidak lagi percaya kepada Allah. Jika anda kemudian anda merasa benar dan berkata itu adalah jin islam sehingga anda merasa halal berniaga dengan mereka, maka ketahuilah atau lihatlah sendiri bahwasannya para dukun-dukun penipu umat itupun mengaku dirinya islam namun ingkar terhadap firman Allah dalam surah Al Jin ayat 6 bahwasannyakerjasama dengan jin hanya menambah dosa dan kesalahan.  

Tidak ada maslahatnya bekerjasama dengan jin, jin-jin itu punya kesibukan dan saya yakin Allah telah memberikan kesibukan yang cukup untuk menjadikan alam mereka sebagai ladang ibadah buat mereka. Seperti manusia beribadah dialam manusia, adapun manusia yang bekerjasama dengan jin itu dikenal sebagai dukun dan begitupun mungkin jin yang bekerjasama dengan manusia. Mereka adalah dukun-dukun atau tukang sihir dikalangan jin. Jin-jin yang tinggal dalam diri manusia dan menyakiti atau ikut mengatur keberlangsungan kehidupan manusia adalah jin kafir, jin islam munafik atau fasiq atau jin yang tidak berpendidikan atau jin badui atau jin yang terpaksa ataupun jin ahlul bid'ah. Jin seperti ini yang harus didakwahi.  

Sekali lagi saya tegaskan kepada yang masih ragu, bahwasannya ketidakyakinan anda terhadap doa anda sendiri adalah cerminan niat/iman/kepercayaan diri/trust anda yang tipis kepada Allah rabbnya ruh dan malaikat.  

Bagaimana kalau meruqyah namun dalam tubuh kita diyakini masih ada jin yang dikirim orang lain atau khodam lain yag tidak kita kehendaki ?  

Ketika kita meruqyah, memusatkan niat untuk berdoa memohon kesbuhan atas sebuah penyakit dan kita berhasil menyembuhkan atas izin Allah diasana kekuatan jiwa kita mengalahkan ruh jahat dalam diri kita sehingga kita bisa membacakan ayat-ayat syifa!  

Pasien yang sedang kena gannguan sihirpum bisa meruqyah, dalam kondisi tertentu. Niatkan untuk menolong dan menyiksa jin dlm tubuh sendiri saat mbacakan ayat-ayat ruqyah. Asal gangguan jin dalam diri sudah dilemahkan dengan rutinitas ruqyah mandiri. Jangan sampai peruqyahnya muntahuntaj dan pasien diam aneh.  

Adalah sangat rasional dan amatlah sesuai dgn fitrah bila yang lemah meminta bantuan kepada yg kuat dan yang kekurangan meminta bantuan kepada yg serba kecukupan. Manusia lebih mulia dan lebih tinggi kedudukan daripada jin. Sehingga sangatlah jelek dan tercela bila manusia meminta bantuan kepada jin. Selain itu bila ternyata yg dimintai bantuan adl setan mk secara perlahan setan itu akan menyuruh kepada kemaksiatan dan penyelisihan terhadap agama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:  

“Dan bahwasa ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin. Maka jin-jin itu tidak menambah melainkan dosa dan kesalahan.”  

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: “Ada sekelompok orang dari kalangan manusia yg menyembah beberapa dari kalangan jin lalu para jin itu masuk Islam. Sementara sekelompok manusia yg menyembah itu tdk mengetahui keislaman mereka tetap menyembah sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela mereka.”  
Jin tidak mengetahui perkara yang ghaib dan tidak punya kekuatan untuk memberikan kemudharatan tidak pula mendatangkan kemanfaatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:  

“Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman tdk ada yg menunjukkan kematian itu kepada mereka kecuali rayap yg memakan tongkatnya. mk tatkala ia telah tersungkur tahulah jin itu bahwa kalau mereka mengetahui yg ghaib tentulah mereka tdk tetap dlm siksa yg menghinakan.”  

Jin tidak memiliki kemampuan untuk menolak mudharat atau memindahkannya. Jin tidak bisa mentransfer penyakit dari tubuh manusia ke dalam tubuh binatang. Demikian pula manusia tidak punya kemampuan untuk itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:  

“Dan tidak ada kekuasaan Iblis terhadap mereka melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada ada kehidupan akhirat dari siapa yg ragu-ragu tentang itu. Dan Rabbmu Maha Memelihara segala sesuatu. Katakanlah: ‘Serulah mereka yg kamu anggap selain Allah mereka tdk memiliki seberat zarrahpun di langit dan di bumi. Dan mereka tdk mempunyai suatu sahampun dlm langit dan bumi dan sekali-kali tdk ada di antara mereka yg menjadi pembantu bagi-Nya’.” 

Sekian tentang artikel: Bagaimana Ruqyah Dengan Bantuan Jin?