Ruqyah Mandiri Sesuai Sunnah

Bukankah kita diajarkan sabar dan tawakal ketika sakit?

Benar, bahkan Rasulullah  ﷺ mengabarkan syurga kepada seorang wanita kulit hitam yang datang kepadanya mengeluh tentang sakit ayan yang dideritanya. Wanita muslimah itu mengadu bukan sakitnya, namun tentang kekhawatirannya bahwa manusia dan jin bisa melihat auratnya saat ia ayan.   

Dan Rasulullah  ﷺ menawarkan "Kesembuhan" atau "Kesabaran", maka wanita itu memilih kesabaran dan Rasulullah mendokan agar Allah menjaga aurat wanita itu saat kesurupan. Bukan mendo'akan untuk kesembuhan. 
                                                           33 Hadits Riwayat Al Hakim, Abu Dawud: (1/206), Tirmidzi (1/153) dan Nasai dari Abu Said Al Khudry. 

Dan seperti diriwayatkan Atha' bin Rabbah dari Abdullah bin Abbas, wanita itu termasyur sebagai muslimah yang dijaminkan syurga oleh Rasulullah.   

Nah, tawakal seperti apakah kita? Bukankah seorang awam lebih sering mengeluh bahkan hingga melakukan dosa besar seperti putus asa dari rahmat Allah ketika sakit bertahun-tahun, bahkan tidak jarang malah pergi ke dukun dan terjebak lembah kemusyrikan yang membahayakan dunia akhirat? 

Kadar keimanan setiap orang itu berbeda-beda.  Ruqyah ini menuntaskan sihir untuk menjaga saudara-saudari kita yang belum kokoh ketauhidannya hingga ia terserang sihir jin. Dan kita yang diberi kemampuan oleh Allah untuk meruqyah itu adalah amanah untuk dijalankan, dan tentu saja ini wajib karena ilmu itu harus diamalkan.   

Demi Allah saya heran ada bebrapa fikrah islam yang saya kenal baik menolak ruqyah dengan minimnya pengetahuan yang ia ketahui tentangnya. Dia berdiam diri dan mencela para peruqyah yang sedang berjuang menebarkan sunnah ini dari sofa ditengah-tengah keluarga tercintanya atau bersenda gurau bersama santri dan mutarobinya. Allahuakbar!
Labels: Sabar dan Tawakal Ketika Sakit

Thanks for reading Bukankah kita diajarkan sabar dan tawakal ketika sakit? . Please share...!

Back To Top