Menuntaskan Sisa-Sisa Sihir dalam Tubuh

Menuntaskan Sisa-Sisa Sihir  

Setelah prosesi selesai, katakanlah pasien muntah hebat dan merasa lemas. Setelah ini kita wajib mengecek keberadaan jin, apakah masih ada di dalam atau sudah keluar? Caranya adalah dengan melihat tanda-tandanya atau langsung melakukan scanning ulang dengan membacakan ayat tertentu. Misalnya dengan meletakan tangan kita di ubun-ubunnya dan membaca surah Hud ayat 56:

Artinya:”Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus."

Atau bacakan surah al Baqarah 148 untuk memanggil kembali jin tersebut seandainya belum keluar atau hanya keluar dan masih ada di sekitar sana. Jika telah dibacakan berulang ulang namun tidak ada reaksi, maka ucapkan Alhamdulillah dan sarankan pasien untuk sujud syukur karena jin sudah keluar. Dan Allah yang lebih tahu hal ini. Kita bertawakal kepada-Nya.  

Setelah ini, sebetulnya masih ada hal yang harus kita kerjakan. Inilah tugas ini peruqyah, yaitu menjaga agar jin itu tidak masuk lagi setelah dia keluar. Sebelum melakukan ini, kita juga harus meyakinkan kepada pasien tentang apa yang ia rasakan. Jika pasien menjawab “segar” dan kondisi seperti normal tanpa rasa sakit (kecuali sakit bekas pijatan atau tekanan biasa di tubuh, dan juga sakit terasa lemah dibadan) maka insya Allah tahap ini selesai. Tugas kita selanjutnya adalah menasihati pasien.

Namun jika pasien masih merasa sedikit sakit atau getaran atau kedutan kecil di titik-titik tertentu, semisal punggung, leher, kepala, kaki, atau sekitar pergelangan tangan dan kaki maka RUQYAH INI BELUM TUNTAS! Ingat belum tuntas. Karena biasanya getaran itu akan semakin kuat dan gangguan terjadi lagi.  Hal yang harus kita lakukan adalah menghilangkan bekas-bekas sihir itu, baik dengan terapi Al Fatihah (Akan dibahas di lampiran), ataupun menariknya dengan ayat penarik, memukul dengan ayat pemukul dengan tatacara diatas.