Membangun Ritual Sunnah untuk Perlindungan Diri

Tugas peruqyah adalah mengeluarkan jin dalam tubuh pasien, atau membimbing pasien agar mampu melawan syaitan sihir dalam dirinya dengan membacakan ayat Qur’an dan do’a dan selanjutnya, menjaga agar jin itu tidak kembali lagi adalah tugas pasien. Tehnik pertama dan utama ini adalah upaya membangun pertahanan diri dari sihir agar hati tidak mudah terpengaruh dengan membangun pertahanan “Benteng Hati” yang kokoh, baik dalam rangka bertahan dari serangan jin dan sihir ataupun dalam rangka pemulihan. 

Setiap sunnah yang dilakukan akan membuat lapisan benteng kokoh yang tidak mudah ditembus syaitan, semakin banyak sunnah yang dilakukan maka semakin kuat benteng tersebut. Setidaknya, berikut adalah amalan sunnah yang akan mendekatkan diri kita kepada Allah dan menjauhkan dari syaitan bahkan menyakitinya: 

Untuk membangun benteng ghaib, selain menegapkan amalan wajib dan ritual sunnah. Pasien harus mau menghindari dosa-dosa besar yang nenghalangi turunya Rahmat Allah dalam Prosessi penyembuhan dengan Ruqyah Syar’iyyah. 

1. Menjaga keikhlasan dalam setiap kondisi. 
Iblis sudah bersumpah untuk menjerumuskan seluruh manusia, kecuali orang mukhlisin (orang ikhlas). Ikhlas merupakan benteng yang tidak akan pernah bisa ditembus iblis.Coba lihat kembali surah al Hijr ayat 39-40. 

2. Selalu memohon perlindungan Allah .  
Menempatkan Allah dihati sebagai tempat bergantung dan berlindung dimanapun berada.  
- Selepas shalat lima waktu baca “Bismilahi ladi layadhuru ma’asmihi syaiungfil ardi wala fissama, wahua sami’ul aliim” sebanyak 7 kali dan surah Al Falaq, An Nass dan Ayat Kursi. 
- Selepas shalat Subuh, baca: “Lailaaha illallahu, wahdahu laa syariikalahu, lahulmulku walahul hamdu, wahua ‘ala kulli saiyiing qadiir” sebanyak 100 kali. 
- Berdoa ketika keluar rumah, masuk masjid, masuk kamar mandi dan ketika mau tidur. 
- Ambil wudhu dan baca Ayat Kursi sebelum tidur.  
- Membaca asma Allah dalam 3 kondisi; saat marah, sedih dan takut.  

3. Tadabbur Al Qur’an. 
Menghiasi dan menghidupkan rumah dan jiwa raga kita dengan alQur’an. Setidaknya membaca 10 Ayat Albaqarah  (1-4, 255-257, 284-286), al Falaq dan An Naas selepas Maghrib. 

4. Menghindari zina, riba dan dosa-dosa besar lain. 
Mengenai riba, ada 60 tingkatan dosa dalam riba, dan tingkatan terkecil adalah sebanding dengan menyetubuhi ibu sendiri.  

Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila". (Al Baqarah: 275) 

5.  Dhawamul wudhu, membangun Qiyamullail, menjaga pandangan, lisan, perut, kemaluan, tangan dll.